Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Desember 2023 | 00.01 WIB

Menteri Luar Negeri Indonesia Angkat Suara Terkait Pengungsi Rohingya dan Agen TPPO

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berbicara dalam “Global Refugee Forum”, yang diselenggarakan di Kantor PBB di Jenewa, Swiss, pada Rabu (13/12/2023). (ANTARA/HO-Kemlu RI)

JawaPos.com - Retno Marsudi Menteri Luar Negeri Indonesia angkat suara terkait bertambahnya pengungsi Rohingya yang masuk ke Indonesia.Gagasan itu disampaikan saat menghadiri Global Refugee Forum (GRF) di kantor PBB, Jenewa, Swiss pada Rabu (13/12).

Dalam pertemuan itu, Retno juga menyampaikan bahwa kedatangan para pengungsi Rohingya terdapat indikasi kuat menjadi korban dari Tindak Pidana Perdagangan dan Penyelundupan Orang (TPPO).

Tindak pidana itulah yang melatarbelakangi meningkatnya mobilisasi pengungsi di Indonesia khususnya.

“Saya jelaskan bahwa Indonesia tidak akan ragu- ragu untuk memerangi TPPO yang merupakan kejahatan transnasional. Namun, Indonesia tidak dapat menjalankannya sendiri,” ucap Menlu.

Gelombang pengungsi dunia yang terjadi saat ini, disebabkan karena banyaknya peperangan dan konflik. Akar permasalahan inilah yang seharusnya segera diselesaikan. Ini semua berlaku untuk konteks Jalir Gaza Palestina ataupun Rohingya.

Di Mynamar, sering terjadi pertentangan antara warga sipil dan tentara militer. Sehingga membuat warga Rohingya harus meninggalkan negara itu. Hingga akhirnya mereka masuk ke Indonesia.

“Sementara itu, di Myanmar, kekerasan terus terjadi yang memaksa kaum Rohingya meninggalkan rumah mereka, yaitu Myanmar,” jelas Retno.

Permasalahan kedatangan pengungsi Rohingya ini, sudah seharusnya harus menjadi perhatian serius negara. Agar kedepannya tidak akan ada lagi arus tambahan pengungsi yang datang.

“Karena itu, saya mengajak masyarakat internasional bekerja sama menghentikan konflik, dan memulihkan demokrasi di Myanmar, sehingga pengungsi Rohingya dapat kembali ke rumah mereka, yaitu di Myanmar,” jelas Retno Marsudi di kanal Youtube Kementerian Luar Negeri.

Selain kerja sama antar negara untuk menghentikan konflik, dalam penaganan masalah ini juga dibutuhkan kerja sama dari beberapa badan Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB). Seperti UNODC, UNHCR dan juga IOM. Agar konflik di beberapa negara cepat terselesaikan.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore