
SIAGA: Anggota TNI-Polri berjaga di sekitar Bandara Bilogai, Sugapa, Intan Jaya, Senin (1/11/2021). (KAPOLRES INTAN JAYA FOR CENDERAWASIH POS)
JawaPos.com – Situasi di Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya, dikabarkan lumpuh setelah kontak tembak yang menewaskan seorang anak kecil pada Selasa (26/10) lalu. Seorang tokoh agama di Sugapa yang enggan namanya disebutkan menyampaikan, hingga kemarin belum ada toko dan kios yang buka. Mama-mama Papua tak berani berjualan di pasar seperti biasanya, apalagi beraktivitas di kebun. Yang ada hanya lalu-lalang mobil aparat.
”Di sini (Sugapa, Red) sunyi sekali seperti kota mati. Warga tidak bisa jalan ke mana-mana. Aparat belum izinkan warga untuk beraktivitas. Semua pedagang dikumpulkan dan berlindung di polres,” ungkapnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos kemarin.
Dia menerangkan, sejak Minggu (31/10) malam hingga Senin (1/11) pagi masih terjadi kontak tembak antara TNI-Polri dan kelompok separatis teroris (KST). Bunyi tembakan terdengar dari arah Yokatapa, belakang kantor bupati Intan Jaya, dan di atas Bandara Bilogai. ”Minggu (31/10) ada rumah yang dibakar. Tidak tahu rumahnya siapa,” ujarnya.
Sementara itu, sudah empat hari Bandara Bilogai tidak beroperasi. Hingga kemarin sekitar pukul 14.00 WIT, belum ada pesawat yang masuk Bilogai. Petugas bandara tinggal di mapolres untuk mengamankan diri.
Berdasar laporan warga Intan Jaya, penyebab kontak senjata antara TNI-Polri dan KST bermula dari hilangnya seorang warga bernama Sem Kobogau sejak 5 Oktober. Sem dikabarkan dibawa oknum anggota TNI.
Sementara itu, Direktur Kriminal Umum Polda Papua Kombespol Faizal Ramadhani menerangkan, anggotanya sudah mencari Sem Kobogau. Namun, dia belum ditemukan. ”Situasi Intan Jaya masih ada tembakan hingga Minggu malam. KKB menembak kodim dan koramil. Tidak ada korban jiwa dalam kontak tembak tersebut,” ucap Faizal kepada Cenderawasih Pos.
Dia menjelaskan, untuk menjaga keamanan Intan Jaya, ada penambahan pasukan satu SSK dari anggota Brimob Polda Papua dan Satgas Nemangkawi. ”Anggota sudah menguasai Sugapa, termasuk menduduki bandara untuk melakukan pengamanan,” kata Faizal.
Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan menegaskan bahwa jajarannya masih bisa mengendalikan keamanan di Sugapa. ”Saya tidak bisa membiarkan gangguan ini terjadi di wilayah kerja saya secara berkepanjangan. Anggota sudah menutup semua pergerakan KKB yang akan masuk ke Kota Sugapa,” tegas Kapolres.
Dia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan TNI dan unsur terkait, terutama para tokoh Intan Jaya, untuk mengamankan masyarakat sipil. Selain itu, anggotanya mengamankan perkantoran dan objek vital di Intan Jaya.
Secara terpisah, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Taufan Gestoro siap turun ke Intan Jaya. Terkait dengan hilangnya warga sipil Sem Kobogau, Danrem menyatakan bahwa anggota TNI sedang mencari yang bersangkutan. ”Saya juga belum tahu pasti apakah dia dibawa anggota TNI atau seperti apa. Saya mau ke Intan Jaya sekaligus mengecek masalah itu,” kata Danrem. (fia/nat/idr/c19/oni)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
