Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Desember 2023 | 22.48 WIB

Mensesneg Pratikno Curhat tentang Kegelisahannya Soal Relevansi Materi Pembelajaran Masa Depan dengan Keberadaan AI

Pratikno, Menteri Sekretaris Negara memberikan sambutan saat acara serah terima mobil listrik BMW i7 sebagai Sustainable Mobility Partner KTT Asean Plus 2023 di Jakarta (6/6/2023).  Mobil listrik BMW i7 nantinya akan digunakan bagi semua pemimpin negara y - Image

Pratikno, Menteri Sekretaris Negara memberikan sambutan saat acara serah terima mobil listrik BMW i7 sebagai Sustainable Mobility Partner KTT Asean Plus 2023 di Jakarta (6/6/2023). Mobil listrik BMW i7 nantinya akan digunakan bagi semua pemimpin negara y

JawaPos.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengungkapkan kegelisahannya terkait arah masa depan. Dia khawatir materi pembelajaran lembaga pendidikan di Tanah Air  kurang relevan lagi dalam menjawab tantangan yang akan dihadapi di masa mendatang yang mungkin situasinya jauh berbeda dari sekarang ini.
 
Hal itu diungkapkan Pratikno dalam acara The Futurist Summit 2023 digelar Pijar Foundation di bilangan Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (12/12). Menurutnya, ada beberapa pekerjaan yang sudah bisa dilakukan oleh teknologi artificial intelligence (AI).
 
"Kita didik mereka menjadi akuntan, tidak relevan lagi karena AI mengerjakannya jauh lebih akurat, mahasiswa sarjana hukum kita didik menghafal banyak pasal, ternyata teknologi bisa melakukannya," tutur Pratikno.
 
 
Mantan rektor Universitas Gadjah Mada itu mengaku terganggu pikirannya lantaran khawatir generasi muda mengalami kegagan dan kegugupan dalam menghadapi masa depan.
 
"Yang terus mengganggu pikiran saya adalah, jangan sampai generasi muda memasuki job yang sudah loss. Jangan sampai anak-anak muda kita gagap, tidak menyangka ilmu yang diagungkan ternyata sudah tidak relevan lagi," paparnya.
 
Di hadapan sekitar 1.100 orang yang hadir dalam kesempatan itu, Pratikno menyambut baik inisiatif yang dilakukan Pijar memiliki fokus untuk memprediksi masa depan dan berkomitmen membekali anak-anak muda dengan skill yang dibutuhkan di masa depan.
 
 
Salah satu inisiatif yang dilakukan Pijar hasil kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga terkait adalah adanya kerjasama membuat School of Future Studies. Sekolah ini dibuat di bawah Universitas NU di Jogjakarta. 
 
"Instituti NU dikenal sebagai institusi tradisional, tapi kita bernisiatif membantu Universitas NU Jogja berkolaborasi dengam Uni Emirat Arab akan mendirikan School of Future Studies," tutur Pratikno.
 
 
"Mumpung universitas baru nggak kebanyakan rapat di senat akademik, tidak kebanyakan rapat di forum dekan," imbuhnya.
 
Dia ingin para generasi muda  memiliki peta yang terang dalam melihat masa depan. Salah satunya dengan membekali diri sejumlah kemampuan yang memang dibutuhkan di masa yang akan datang.
 
"Saya yakin futurist adalah kelompok yang bisa menyangka masa depan," tandas Pratikno.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore