
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasioanal (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, mengukuhkan Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Papua Selatan Prof. Apolo Safanpo, menjadi Bapak Asuh Anak Stunting.
JawaPos.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasioanal (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, mengukuhkan Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Papua Selatan Prof. Apolo Safanpo, menjadi Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS).
Usai dikukuhkan di Merauke pada Rabu (06/12), Pj. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan bahwa pihaknya bersama jajaran pejabat pemerintah provinsi dan kabupaten di Papua Selatan berupaya keras menurunkan prevalensi stunting dan mengejar target prevalensi 14 persen pada 2024.
Menurut Apolo, untuk mengejar target sesuai arahan Presiden Joko Widodo itu dilakukan dengan tiga langkah yaitu promotif, preventif, dan kuratif. Karena, tugas utama dari Penjabat Gubernur adalah menekan angka stunting dan mengejar target 14 persen pada 2024.
"Langkah yang diambil yaitu promotif, dimana kegiatan pelayanan kesehatan lebih mengutamakan promosi kesehatan, selanjutnya langkah preventif, yaitu kegiatan pencegahan terhadap suatu kesehatan dan yang terakhir langkah kuratif, yaitu rangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mengobati," kata Apolo.
Selain Pj. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, dr. Hasto Wardoyo juga mengukuhkan enam pejabat menjadi Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting. Keenam pejabat itu yakni Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Papua Selatan, Sunarjo, S.Sos, Sekda Kabupaten Merauke Yeremias Paulus Ruben Ndiken, Kepala Bapperida Provinsi Papua Selatan, Dr. Ulmi Listianingsih Wayeni, S.sos, MM, Plt Sekda Boven Digoel, Dr. Pilemon Tabuni, S.IP, M.si, Inspektur Daerah Provinsi Papua Selatan, Sucahyo Agung D.A, SIP, M.Si dan Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Merauke.
Dalam sambutannya, dr. Hasto mengatakan, pihaknya optimistis di Provinsi Papua Selatan dapat menurunkan angka stunting. Ada beberapa indikator, yaitu Media Usia Kawin Pertama ( MUKP) tahun 2022 sebesar 20,9 dan di tahun 2023 sebesar 23,0. Hal ini menunjukkan Provinsi Papua Selatan memiliki trend positif, penurunan angka stunting.
"Usia kawin muda membuat angka stunting tinggi di wilayah Asmat dan Mappi masih cukup tinggi. Untuk itu, ia mengharapkan kepada Penjabat Gubernur bisa memberikan dorongan lebih kuat, agar angka kawin muda di dua daerah tersebut dapat ditekan," kata dr. Hasto.
Sementara dalam laporannya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Drs. Nerius Auparai, M.Si mengatakan pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting merupakan komitmen bersama untuk mempercepat penurunan angka prevalensi stunting di wilayah Papua Selatan.
"Dengan dikukuhkannya Bapak Pj. Gubernur Papua Selatan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting, maka daya dorong penurunan angka stunting akan tercapai. Bapak Asuh sendiri adalah bentuk intervensi langsung kepada keluarga yang berisiko stunting," kata Nerius.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
