Penandatangan kerjasama Menag Yaqut Cholil Qoumas dan Ketua PPATK Ivan Yustiavandana di Jakarta. (Foto : Humas Kemenag)
JawaPos.com – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menandatangani kerjasama dengan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana. Tujuan dari kerja sama ini adalah, mencegah adanya transaksi mencurigakan. Baik itu korupsi, gratifikasi, pencucian uang, dan pidana keuangan lainnya.
Dengan kerjasama itu, Yaqut mengingatkan kepada jajarannya untuk hati-hati. ’’Ini tidak main-main. Hindari gratifikasi. Transaksi apapun bisa dilihat oleh Pak Ivan dan dilaporkan ke Pak Irjen Kemenag,’’ kata Yaqut dalam keterangannya Kamis (7/12).
Yaqut mengatakan gratifikasi adalah perilaku yang buruk. Begitupun dengan transaksi keuangan mencurigakan. Untuk itu harus dihindari oleh seluruh aparatur yang bekerja di Kemenag. Dia menegaskan ancaman pemberhentian untuk pegawai yang kedapatan melakukan penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, dan sejenisnya.
Dia menyinggung bahwa saat ditunjuk jadi Menag, Presiden Joko Widodo berpesan supaya menyelesaikan PR terbesar Kemenag. Yaitu soal tata kelola keuangan. Jadi dia menegaskan tidak benar kalau penunjukannya sebagai Menteri Agama untuk membubarkan organisasi tertentu.
Pada kesempatan itu Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyambut baik adanya kerjasama tersebut. Dia mengatakan PPATK berkomitmen untuk membantu tugas Itjen Kemenag untuk menindaklanjuti laporan tindak pidana korupsi serta gratifikasi di Kemenag.
’’Tapi bukan berarti mentang-mentang Menteri Agama dan PPATK sudah tanda tangan, nanti transaksinya jadi cash-cash-an aja. Pasti nanti ketahuan juga,’’ tuturnya.
Secara khusus dia memuji Kemenag sebagai instansi percontohan dari penerapan prinsip akuntabilitas. Penandatangan kerjasama itu dilakukan di Jakarta pada Rabu (6/12). Dia menegaskan Kemenag menjadi patokan atau benchmark lembaga pemerintah yang menerapkan akuntabilitas. ’’Jadi kalau saya ditanya instansi mana yang harus jadi contoh atas akuntabilitas, saya jawab Kemenag,’’ paparnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
