Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Desember 2023 | 17.37 WIB

Jadi Bekal Mati, Program Wakaf Semakin Diminati Generasi Muda

Wakil Presiden Ma - Image

Wakil Presiden Ma

JawaPos.com - Wakaf identik dengan penyerahan harta berupa tanah dalam jumlah besar. Kemudian dilakukan oleh orang tua, sebagai bekal mati. Tapi, sekarang wakaf bisa dalam bentuk uang mulai dari Rp 5.000 saja. Kemudian program wakaf juga semakin diminati anak muda.

Perkembangan wakaf itu dikupas Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) M. Nuh dalam Rakornas BWI 2023 di Jakarta pada Senin (4/12) malam. Mantan Menteri Pendidikan di era Presiden SBY itu mengatakan, saat ini wakaf sudah jadi perbincangan publik. "Dulunya masih sayub-sayub. Sekarang anak muda tidak asing dengan wakaf," katanya.

BWI terus gencar kampanye literasi wakaf. Khususnya di kalangan mahasiswa. Nuh menjelaskan sekarang wakaf sudah bisa dilalukan lewat ponsel dengan nominal mulai dari Rp 5.000 atau Rp 10.000 saja. Dia menegaskan pahala dari wakaf terus mengalir. Bahkan ketika si pewakaf sudah tutup usia.

Menurut mantan rektor ITS itu, harta wakaf manfaatnya sangat besar. Pasalnya aset awal wakaf sifatnya abadi. Sementara yang disalurkan adalah nilai manfaat dari pengelolaan aset wakaf itu. Dia berharap ke depan para pengelola wakaf atau wakif, bisa mengelola asetnya dengan maksimal. Sehingga dapat menghasilkan nilai manfaat yang optimal. "Selama ini masih banyak untuk masjid, madrasah, atau makam," tuturnya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan pengukuhan Wakil Presiden Ma'ruf Amin sebagai Bapak Perwakafan Indonesia. "Sebenarnya saya tidak banyak mengambil peran. Hanya mendorong saja," katanya.

Ma'ruf menceritakan dirinya sempat menjalankan tugas sebagai ketua BWI, meskipun SK Presiden belum keluar. Sampai akhirnya Ma'ruf jadi Wantimpres dan tidak bisa jadi ketua BWI secara definitif.

Dia bersyukur karena wakaf di tanah air menunjukkan perkembangan. Semula wakaf dominan bersifat sosial, sekarang lebih produktif serta mendukung pemberdayaan masyarakat. "Biasanya wakaf (dilakukan) yang tua saja. Karena sudah mau mati," tuturnya.

Tapi sekarang pewakaf sudah semakin muda dan lintas profesi. Dia berharap kegiatan perwakafan bisa sejalan dengan kemajuan teknologi digital. Sehingga bisa lebih mudah dilakukan. Serta lebih terjaga aspek akuntabilitasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore