Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Desember 2023 | 16.37 WIB

Gunung Marapi Erupsi, Hujan Abu Capai Radius 10 Km, 42 Pendaki dalam Proses Evakuasi

STATUS WASPADA: Erupsi Gunung Marapi Minggu (3/12) berdampak hujan abu vulkanis di wialyah Kota Bukittinggi dan beberapa wialyah di Kabupaten Agam. - Image

STATUS WASPADA: Erupsi Gunung Marapi Minggu (3/12) berdampak hujan abu vulkanis di wialyah Kota Bukittinggi dan beberapa wialyah di Kabupaten Agam.

JawaPos.com – Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengalami erupsi kemarin (3/12).

Yang pertama terjadi pukul 14.54 WIB. Hingga pukul 18.00 WIB, pos pengamatan Gunung Api Marapi Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat telah terjadi sembilan kali erupsi dengan intensitas lebih rendah.

Pantauan tim Padang Ekspres di sejumlah titik, erupsi mengakibatkan hujan abu vulkanis ke wilayah Kota Bukittinggi dan beberapa wilayah di Kabupaten Agam seperti Nagari, Pakan Salayan, Lasi, Ampek Angkek, dan Canduang.

Ahmad Rifandi, petugas pos pengamatan Gunung Marapi, menuturkan, pada erupsi pukul 14.54, tinggi kolom abu tidak teramati karena tertutup awan. Erupsi itu terekam seismograf dengan amplitudo 30 mm dan durasi sekitar 4 menit 41 detik. ”Dari laporan masyarakat, erupsi ini juga menyebabkan hujan (abu) sampai ke Belakang Balok, Bukittinggi, yang jaraknya mencapai 10 km. Serta hujan material berupa kerikil di sekitaran wilayah Lasi,” paparnya dilansir dari Padang Ekspres.

Dia menambahkan, saat ini Gunung Marapi berada dalam status waspada. ”Artinya, masyarakat di sekitar dan pengunjung tidak diperbolehkan mendaki atau berada di radius 3 km dari kawah,” paparnya.

Dilihat dari intensitasnya hingga pukul 18.00 WIB, kata Ahmad, erupsi mungkin masih akan berlanjut. ”Namun, besar atau kecilnya belum bisa diprediksi,” tambahnya.

STATUS WASPADA: Erupsi Gunung Marapi Minggu (3/12) berdampak hujan abu vulkanis di wialyah Kota Bukittinggi dan beberapa wialyah di Kabupaten Agam.

Terpisah, Kepala BPBD Agam Bambang Wasito menyebutkan bahwa pihaknya telah berada di dua kecamatan terdekat dari puncak Gunung Marapi. Yakni, Kecamatan Sungai Pua dan Kecamatan Canduang. ”Kami menurunkan tim pusdalops kedua lokasi tersebut,” terang dia.

Sementara itu, Ade Setiawan, kepala tim Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Agam, mengatakan bahwa hujan abu vulkanis terjadi di wilayah Nagari Lasi, Kecamatan Canduang.

Tim BPBD Kabupaten Agam bersama PMI terus menyisir Kecamatan Sungai Pua dan Canduang guna antisipasi, kaji cepat, dan berkoordinasi dengan para wali nagari.

Pada bagian lain, Plh Kepala BKSDA Sumbar Eka Dhamayanti menjelaskan, jumlah pendaki yang terdata naik ke Gunung Marapi mencapai 70 orang.

Terdiri atas 57 pendaki naik dari pintu Batu Palano dan 13 pendaki dari pintu Koto Baru. ”Update hingga pukul 16.55 WIB, 13 pendaki yang masuk dari Koto Baru telah turun dan dari pintu Batu Palano baru 15 pendaki,” jelasnya. Dengan begitu, masih ada 42 pendaki dari pintu Batu Palano yang masih proses evakuasi. (r/idr/c19/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore