Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Agustus 2021 | 21.03 WIB

BMKG Minta Warga Waspadai Gelombang Ekstrem di Selatan Jabar–Jogja

Ilustrasi gelombang tinggi di perairan selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Sumarwoto/Antara - Image

Ilustrasi gelombang tinggi di perairan selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Sumarwoto/Antara

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang ekstrem di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Jogjakarta.

”Berdasar analisis kami, tinggi gelombang di Samudra Hindia selatan Jabar–DIY berpotensi mencapai kisaran 6–9 meter sehingga masuk kategori gelombang ekstrem,” kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo seperti dilansir dari Antara di Cilacap, Jateng, Kamis (12/8).

Dia mengatakan, peningkatan tinggi gelombang tersebut dipengaruhi pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan yang dominan bergerak dari timur–tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5–25 knot. Embusan angin yang cenderung searah dengan kecepatan tinggi berpotensi mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang.

Dia menjelaskan, kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, perairan Banten hingga selatan Jawa Timur, Laut Banda, dan Laut Arafuru.

”Oleh karena itu, kami mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Jabar–DIY dan gelombang ekstrem di Samudra Hindia selatan Jabar–DIY yang berlaku hingga 13 Agustus, pukul 07.00 WIB. Peringatan dini tersebut akan kami perbarui jika ada perkembangan lebih lanjut,” terang Teguh Wardoyo.

Terkait dengan hal itu, Teguh mengimbau masyarakat khususnya pengguna jasa kelautan untuk memerhatikan risiko gelombang tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter berbahaya bagi perahu nelayan, kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter berbahaya bagi tongkang, kecepatan angin lebih dari 21 knot ,dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter berbahaya bagi kapal feri, serta kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter berbahaya bagi kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar.

”Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” ucap Teguh Wardoyo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore