Petugas menunjukkan sampel nyamuk aedes aegypti yang sudah disuntikkan bakteri Wolbachia saat peluncuran kampanye metode Wolbachia dari World Mosquito Program (WMP) untuk cegah demam berdarah dengue.
JawaPos.com – Dalam penanggulangan demam berdarah dengue (DBD), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dengan para peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) mencegah dengan nyamuk yang mengandung bakteri wolbachia.
Nyamuk wolbachia ialah nyamuk aedes aegypti yang diberi bakteri alami wolbachia yang banyak ditemukan pada 60 persen serangga.
Nyamuk aedes aegypti tersebut diharapkan menetas dan menghasilkan nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia sehingga menghentikan persebaran yang mengandung dengue.
Baca Juga: 5 Manfaat Konsumsi Cumi-cumi, Ternyata Tinggi Protein dan Rendah Lemak yang Menyehatkan Tubuh
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu pernah mengatakan bahwa penyebaran nyamuk ber-wolbachia dipastikan aman. Penerapan teknologinya sudah melalui kajian dan analisis risiko dengan melibatkan 25 peneliti top Indonesia.
“Hasilnya bagus. Sudah diujicobakan di Jogjakarta sekitar 5–6 tahun lalu dan hasilnya sangat menggembirakan,” katanya, Jumat (24/11).
Hasil kajian dan efektifitas nyamuk wolbachia ini telah dikirim ke Badan Kesehatan Dunia (WHO). WHO pun merekomendasikannya pada 2021.
Mempertimbangkan hal tersebut, Kemenkes memutuskan memperluas area penyebaran nyamuk wolbachia di lima kota, yaitu Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Bontang, dan Kupang.
Namun, penyebaran nyamuk wolbachia ini diisukan dapat menyebabkan penyakit radang otak Japanese Encephalitis yang beredar di media sosial.
Menyadur dari Antara, Peneliti Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM Adi Utarini mengatakan, nyamuk wolbachia tidak ada kaitannya dengan radang otak Japanese Encephalitis.
“Japanese Encephalitis nyamuknya berbeda dan penyakitnya juga berbeda,” ucap Utarini.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
