Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Juni 2021, 23.35 WIB

Menko Muhadjir Optimistis Hadapi Great Lockdown

Menko PMK Muhadjir Effendy dalam konferensi pers Melindungi Indonesia dengan Rapid Test Buatan Anak Negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, menyatakan kualita - Image

Menko PMK Muhadjir Effendy dalam konferensi pers Melindungi Indonesia dengan Rapid Test Buatan Anak Negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, menyatakan kualita

JawaPos.com - Pandemi Covid-19 telah menyebabkan 3.709.397 kematian secara global per Juni 2021. Bahkan, bukan tidak mungkin, jumlah tersebut akan makin meningkat jika program vaksin dan perawatan tidak bekerja secara efektif sesuai yang direncanakan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pun tetap menyampaikan optimistismenta untuk membangun kembali masyarakat pasca pandemi.

Menurutnya, pandemi Covid-19 tidak hanya menyebabkan krisis kesehatan global, tetapi juga menyebabkan “Great Lockdown” yang berujung pada resesi ekonomi global terburuk. Indonesia pun dilanda puncak resesi ketika pertumbuhan ekonomi mencapai minus 5,3 persen pada kuartal empat tahun lalu.

"Siap atau tidak, pandemi ini telah menyebabkan perubahan besar dan global. Pandemi telah menciptakan lingkungan yang bergejolak, tidak pasti, kompleks, dan ambigu," tutur dia dalam keterangannya, Jumat (25/6).

Ia mengemukakan bahwa untuk membangun kembali dunia yang sejahtera di era pasca pandemi, ada enam kapasitas sosial yang saling terkait yang perlu diperkuat dan dipertahankan. Pertama, kapasitas untuk melestarikan dan meningkatkan sumber daya alam dan antropogenik yang merupakan basis produktif masyarakat.

Kedua, kapasitas untuk memastikan kesetaraan yang lebih besar dalam akses ke sumber daya itu serta aliran barang dan jasa yang dihasilkannya. Ketiga, kapasitas untuk beradaptasi dengan kendala tak terduga melalui identifikasi dan penyediaan cadangan kebutuhan penting serta bagaimana memobilisasinya.

"Lalu, kapasitas untuk mengubah pembangunan yang tidak berkelanjutan menjadi lebih berkelanjutan dengan mencopot pejabat yang tidak punya kapasitas," jelasnya.

Kelima, kapasitas untuk menghubungkan pengetahuan dan tindakan dengan cara meningkatkan efektivitas dorongan politik yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan yang adil. Terakhir, kapasitas mengatur, untuk bekerja sama mencapai apa yang tidak dapat dicapai sendiri, lalu membangun dan mengimplementasikan semua kapasitas secara terpadu dan saling mendukung.

"Pandemi Covid-19 berdampak pada semua aspek kehidupan terutama sektor publik. Di sektor kesehatan, banyak negara telah menunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap penyakit baru yang berkembang pesat dan bencana global, dan menyoroti kebutuhan perawatan intensif dalam sistem kesehatan modern," pungkas Muhadjir.

 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore