Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 November 2023 | 22.42 WIB

Sudah Diuji Coba di Yogyakarta, Teknologi Wolbachia Diklaim Efektif Tekan Penyebaran DBD

Teknologi Wolbachia. - Image

Teknologi Wolbachia.

JawaPos.com - Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada Riris Andono Ahmad menjelaskan bahan uji coba nyamuk ber-wolbachia sudah pernah dilakukan di Indonesia, yaitu di Yogyakarta pada tahun 2022 dan terbukti efektif.

“Hasilnya, di lokasi yang telah disebar wolbachia terbukti mampu menekan kasus demam berdarah hingga 77%, di samping menurunkan kebutuhan rawat inap pasien dengue di rumah sakit sebesar 86%,” kata Riris dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (19/11).

Di sisi lain, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), dr Imran Pambudi menegaskan bahwa Inovasi penyebaran wolbachia pada nyamuk, katanya, perlu dilakukan. Pasalnya, angka kasus DBD di Indonesia masih tinggi dengan angka kematian pada anak-anak paling banyak.

“Selain itu masih banyak daerah yang melaporkan kejadian luar biasa akibat DBD. Ini akan menyelamatkan anak anak kita ke depannya” ungkapnya.

Efektivitas pemanfaatan teknologi wolbachia untuk menurunkan kejadian demam berdarah juga, kata Imran sudah dibuktikan di 13 negara lain, yaitu di Australia, Brazil, Colombia, El Salvador, Sri Lanka, Honduras, Laos, Vietnam, Kiribati, Fiji, Vanuatu, New Caledonia, dan Meksiko.

Di Singapura, teknologi Wolbachia diterapkan dengan menggunakan metode suppression atau penurunan jumlah populasi nyamuk. Strategi ini diimplementasikan dengan melepaskan nyamuk jantan saja. Perkawinan nyamuk jantan dengan nyamuk betina di populasi alami akan menghasilkan telur yang tidak dapat menetas.

Sehingga populasi nyamuk akan berkurang. Akan tetapi nyamuk betina yang masih ada di populasi alami akan tetap mempunyai kemampuan untuk menularkan virus dengue.

"Di samping itu, metode supresi mensyaratkan pelepasan nyamuk jantan secara terus menerus, agar populasi nyamuk dapat selalu terkontrol. Hal ini memerlukan sumber daya yang sangat besar dengan dampak yang bersifat sementara," pungkas Imran.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore