Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juni 2021 | 17.32 WIB

Tingkat Hunian Rumah Sakit untuk Pasien Covid-19 di Kudus Makin Tinggi

RAWAN TERTULAR: Lonjakan kasus Covid-19 membuat IGD RSUP dr Kariadi, Semarang, penuh. Sebagian pasien akhirnya terpaksa dirawat di selasa dengan ditemani keluarga. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG) - Image

RAWAN TERTULAR: Lonjakan kasus Covid-19 membuat IGD RSUP dr Kariadi, Semarang, penuh. Sebagian pasien akhirnya terpaksa dirawat di selasa dengan ditemani keluarga. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

JawaPos.com - Pemkab Kudus akan menambah kapasitas TT di rumah sakit (RS) untuk pasien Covid-19. Dari semula 550 TT menjadi 779 TT.

”Kami terus mendorong rumah sakit untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur. Sehingga masyarakat Kudus (yang terpapar Covid-19, Red) bisa tertangani semua. Dari pusat bahkan mendorong untuk menambah kapasitas tempat tidur hingga 50 persen,” ujar Bupati Kudus M. Hartopo seperti dilaporkan Jawa Pos Radar Kudus.

Untuk merealisasikannya, Hartopo memiliki beberapa opsi. Antara lain penawaran bantuan dari Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) Vastenberg Solo. Hingga memaksimalkan tempat isolasi terpusat di kabupaten. Di antaranya di Rusunawa Bakalan Krapyak dengan kapasitas 180 orang. Selain itu, ada tempat isolasi terpusat di tiap-tiap desa. Mulai balai desa, rumah dinas bidan, puskesmas pembantu, hingga kelenteng.

Pemkab Kudus juga masih memiliki opsi di Balai Diklat Sonyawarih, Hotel Graha Muria Colo, dan Asrama Akbid Kudus. ”Kami tinggal membutuhkan tambahan tenaga kesehatan untuk mengoperasikan tempat isolasi terpusat yang tersebar di beberapa titik dengan total kapasitas 779 orang itu,” jelasnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Kudus Badai Ismoyo menyebutkan, penambahan itu memang mendesak. Mengingat kapasitas ketersediaan TT atau bed occupancy rate (BOR) isolasi Covid-19 di Kabupaten Kudus memang hampir penuh. Ketersediaan TT di RS rujukan Covid-19 sudah mencapai 93 persen.

”Bupati memberikan instruksi penambahan TT isolasi di RS rujukan. Dengan penambahan lebih dari 750 TT yang harus tersedia,” jelasnya. Dia menambahkan, bila melihat kasus penambahan rerata 150 kasus, dimungkinkan TT di RS segera terisi penuh.

Photo

SIDAK: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kanan) terkejut melihat pasien dirawat di teras RSUD RA Kartini, Jepara, kemarin. Saat itu seluruh bed di ruang isolasi sudah terisi. (MOH. NUR SYAHRIR/JAWA POS RADAR KUDUS)

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengadakan sidak di RSUD RA Kartini Jepara kemarin. Di sana dia menemukan sejumlah pasien dirawat di teras instalasi gawat darurat (IGD). Pasien yang dirawat tersebut menunggu hasil skrining.

Mengetahui hal itu, Ganjar meminta pihak RS segera memindahkan para pasien tersebut ke dalam. Bila tidak terkonfirmasi Covid-19, pasien dapat dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Bila terkonfirmasi positif, pasien bisa segera mendapat perawatan intensif.

Baca juga: Tracing Covid-19 di RI Belum Penuhi Standar WHO

Ganjar juga mengusulkan agar RSUD RA Kartini dijadikan RS rujukan khusus Covid-19 di Kota Ukir. Itu bila intensitas pasien rawat inap non-Covid-19 sedikit. Menanggapi hal tersebut, Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan masih perlu mengevaluasi. ”Paling tidak kami butuh evaluasi satu hingga dua hari ke depan,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng Yulianto Prabowo meminta bupati dan wali kota se-Jateng terus meningkatkan cakupan vaksinasi. ”Vaksinasi perlu kita tingkatkan kembali karena yang belum divaksin memang sangat rentan,” tegasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Berdasar data Dinkes Jateng, capaian vaksinasi di Jateng masih berada di angka 45 persen dari target 5,5 juta orang. ”Vaksinnya belum cukup. Makanya, kami lakukan koordinasi terus dengan kementerian agar masalah vaksinasi ini bisa menjadi perhatian,” ujarnya.

Baca juga: Covid-19 Varian Delta Tersebar di Bangkalan

Pemprov Jateng menjanjikan stok vaksin bertambah lagi pada periode Juli. Dengan begitu, vaksinasi kepada masyarakat umum bisa digenjot lagi. ”Tapi, sudah dijanjikan stok vaksinnya akan banyak pada Juli,” katanya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore