
Petugas Kepolisian menghalau pemudik motor di jalur penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H petugas gabungan dari TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP memperketat penjaga
JawaPos.com – Ancaman lonjakan kasus Covid-19 selepas Lebaran menjadi perhatian pemerintah. Sebab, meski ada larangan mudik, mobilitas yang terjadi cukup masif. Itu berpotensi meningkatkan angka penularan.
Kementerian Perhubungan mencatat, hingga Selasa (11/5), rata-rata harian pergerakan mobil yang keluar Jakarta dan sekitarnya mencapai 138.000. Sementara itu, berdasar catatan PT Jasa Marga (Persero), sejak H-7 sampai H-3 Lebaran, 381 ribu kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek. Mereka terpantau menuju arah timur, barat, dan selatan.
Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menuturkan, sebagian dari masyarakat tersebut memenuhi syarat perjalanan. ”(Namun), tidak bisa dimungkiri ada juga yang ngeyel,” ujarnya.
Adita menjelaskan, untuk transportasi umum, penerapan protokol kesehatan terbilang tertib. Di titik keberangkatan juga dilakukan tes untuk mendeteksi Covid-19. Sebaliknya, pengguna kendaraan pribadi bisa berangkat dari mana saja. ”Masyarakat memilih jam tertentu,” katanya. Tujuannya, menghindari pemeriksaan.
Pemudik yang memakai kendaraan pribadi, kata dia, patut diwaspadai. Sebab, mereka tidak melakukan tes. Sementara Kemenhub melakukan pemberhentian secara acak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kesempatan sebelumnya sudah memperingatkan penerapan protokol kesehatan. Selain upaya preventif, pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus dengan menyiapkan rumah sakit. ”Tugas kami adalah mempersiapkan menghadapi kondisi terburuk,” ucap Budi.
Secara nasional, ketersediaan tempat tidur di rumah sakit sebanyak 390 ribu unit. Yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19 sekitar 70 ribuan. Sementara itu, fasilitas tempat tidur ICU secara nasional adalah 22 ribu unit. Lalu, yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19 sebanyak 7.500 unit.
”Saya ingin memberi gambaran bahwa kapasitas rumah sakit dan ICU yang kita miliki itu masih tiga kali lebih besar dari yang didedikasikan untuk Covid-19,” tuturnya. Dari jumlah tersebut, 23 ribu tempat tidur perawatan isolasi tengah digunakan. ICU yang saat ini digunakan sekitar 2.500 unit.
Budi meminta para pemimpin daerah untuk mewaspadai lonjakan kasus. Sebab, data yang dipaparkan Kemenkes merupakan rata-rata. Bisa jadi dalam satu provinsi jumlah keterisian tempat tidur lebih tinggi. Saat ini delapan provinsi memiliki tingkat keterisian RS cukup tinggi. Yakni, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Utara, Jambi, Kalimantan Barat, Lampung, dan Nusa Tenggara Timur.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga memperingatkan adanya lonjakan kasus. Ketua Tim Mitigasi Dokter IDI dr Adib Khumaidi SpOT mengingatkan agar seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan menyiapkan diri. Alat kesehatan seperti ventilator, obat, dan alat pelindung diri harus ada. ”Untuk mengantisipasi lonjakan pascalibur hari raya hingga dua bulan ke depan,” ungkapnya.
Adib menyatakan bahwa vaksinasi saja tidak menjamin tubuh kebal. Tetap harus dilakukan protokol kesehatan. Materi terkait protokol kesehatan itu, menurut Adib, bisa disosialisasikan lewat khotbah Idul Fitri.
Di bagian lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengecek sejumlah titik penyekatan. Senin malam (10/5) dia mendatangi gerbang tol Cikarang. Kemudian, kemarin (11/5) Muhadjir memantau gerbang tol Cikupa, Banten. Dia mengapresiasi pelaksanaan protokol kesehatan yang terus dijalankan secara baik oleh petugas maupun pengguna jalan.
Dia menegaskan bahwa pemerintah tidak main-main dalam upaya pengetatan sampai di tujuan akhir bagi mereka yang nekat mudik. ”Yang datang juga akan kita tangani, kita urus betul, kita karantina. Akan percuma saja nanti mudiknya,” sambung mantan menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) tersebut.
Baca Juga: Mama dan Anak-Anak Sudah Ikhlas, Ayah di Sini ya...
Sementara itu, Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru menyampaikan, 381 ribu kendaraan meninggalkan Jabotabek sejak H-7 sampai H-3 Lebaran. ”Angka ini turun 33 persen dari lalu lintas normal sebesar 570.288 kendaraan,” paparnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
