alexametrics
Selamat Jalan Patriot, Selamat Berpatroli

Mama dan Anak-Anak Sudah Ikhlas, Ayah di Sini ya…

12 Mei 2021, 12:12:24 WIB

Lettu Muhadi adalah kakek favorit para cucu keponakan serta guru menggambar dan melukis yang sabar dan lucu. Kepada seorang kawan, sebelum berangkat berlayar bersama KRI Nanggala, Serka Ruswanto juga sempat berpesan, ”Lurrr… titip keluargaku ya, Lurrr”.

MAYA APRILIANIFIRMA ZUHDI, Sidoarjo-ARIF MASHUDI, Probolinggo

TIAP Lebaran, Lettu (P) Muhadi selalu jadi kakek favorit bagi para cucu keponakan. Mereka berebut minta dipangku prajurit TNI Angkatan Laut itu dan betah bergelayutan dengan bungsu di antara delapan bersaudara tersebut.

Sebab, Muhadi demikian telaten menemani mereka. Pria humoris itu juga selalu punya cara membuat para bocah tersebut tertawa.

”Di keluarga besar, ayah (Muhadi) itu selalu yang paling dikangeni. Ditunggu-tunggu saat Lebaran atau ada momen kumpul-kumpul keluarga,” tutur Nunung Rishandari tentang sang suami kepada Jawa Pos yang menemuinya di rumahnya pada Selasa (4/5).

Di lingkungan tempatnya tinggal di kawasan Perum TNI-AL, Candi, Kabupaten Sidoarjo, dia juga demikian. Muhadi adalah magnet bagi para buyung dan upik. Sebab, pria 49 tahun tersebut merupakan guru menggambar dan melukis yang sabar dan lucu. Muhadi memang sosok serbabisa. Di luar tugasnya sebagai prajurit, ayah dua anak itu piawai melukis, MC (master of ceremony) andal, dan jago mendekorasi.

Nun di Sulawesi Tengah sana, Muhadi dikenal pula sebagai pendiri Saka Bahari Kwartir Cabang Kabupaten Parigi Moutong. Kala itu Muhadi bertugas sebagai komandan pos TNI-AL di tempat tersebut. Berkat bimbingannya, banyak kegiatan kepramukaan yang berjalan sukses. Termasuk membantu Pramuka terlibat dalam kegiatan Pelayaran Nusantara Ke-5 yang diadakan TNI-AL. Dikemas dalam kegiatan Sail Tomini pertama. Selain itu, Muhadi adalah instruktur dan pendiri Parigi Diving Club.

”Ini semua karya suami saya. Foto-foto saat menyelam,” jelas Nunung seraya menunjukkan dinding rumahnya yang penuh foto aktivitas menyelam sang suami. Foto itu diabadikan Muhadi saat menyelam di Parigi. Ada foto ikan nemo yang cantik, penyu berukuran besar, hingga Muhadi yang tengah menyelam di laut yang penuh terumbu karang indah.

BERI DUKUNGAN MORAL: Moti va tor Ayu Kayla memeluk Sri Nurcah yani, istri Serma Anumerta Ruswanto. (Maya Apriliani/Jawa Pos)

Jadi, tak mengherankan ketika ada begitu banyak orang yang merasa kehilangan saat mengetahui Muhadi menjadi 1 di antara 53 kru KRI Nanggala yang gugur seiring dengan tenggelamnya kapal selam tersebut di perairan utara Bali. Sejak kabar kapal buatan Jerman itu hilang kontak pada 21 April lalu sampai ketika Jawa Pos turut melayat ke sana Selasa pekan lalu, orang-orang terus berdatangan ke kediaman almarhum. Bahkan, mantan komandan Muhadi dari luar kota menyempatkan datang untuk menyampaikan rasa dukacita. Sebagian tetangga hadir untuk mengaji. Melantunkan ayat suci di ruang tamu yang dihiasi foto Muhadi dan penghargaan kenaikan pangkat istimewa secara anumerta menjadi seorang kapten.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c14/ttg

Saksikan video menarik berikut ini:


Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads