Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Mei 2021 | 20.31 WIB

Muhadjir Apresiasi Penyekatan Gerbang Tol Cikupa Cegah Mudik Colongan

Caption: Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau penyekatan mudik di Gerbang Tol Cikupa, Selasa (12/5). (Istimewa) - Image

Caption: Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau penyekatan mudik di Gerbang Tol Cikupa, Selasa (12/5). (Istimewa)

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memberikan apresiasi pada kegiatan penyekatan mudik ketika memantau di Gerbang Tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Pengelolaan petugas penyekatan mudik di gerbang tol keluar menuju Merak, Banten, dan sekitarnya tersebut sangat baik. Menurutnya, cara-cara pemeriksaan yang dilakukan sangat cermat termasuk dalam mengantisipasi kemungkinan pemudik 'colongan' yang naik di dalam bis maupun kontainer.

“Saya sore ini (11/5) langsung melihat on the spot di pintu keluar Cikupa dan pengelolaannya sudah sangat bagus dari aparat, baik Kapolri maupun TNI. Pemeriksaannya juga cermat, cara penyelesaiannya juga bagus sehingga tidak harus ada debat dengan pihak-pihak penumpang yang dicurigai,” ujarnya melalui siaran pers, Rabu (12/5).

Ia menjelaskan, ketika ada pengendara dengan penumpang yang dicurigai, petugas telah memiliki jalur khusus untuk kemudian dilakukan pemeriksaan secara lebih ketat. Hal ini dilakukan mengingat Gerbang Tol Cikupa merupakan titik perbatasan dari Jakarta dan sekitarnya menuju kawasan Merak, Banten.

“Karena ini perbatasan jadi banyak mereka yang mau pulang habis bekerja dari Jakarta sehingga sulit memisahkan siapa yang mau pulang siapa yang sebetulnya mau mudik. Karena itu, kecermatan dari petugas sangat penting,” cetus dia.

Berdasarkan laporan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, per-Selasa (11/5) hingga pukul 14.00 WIB, total kendaraan yang diputarbalik atau keluar berjumlah 168. Masing-masing terdiri dari kendaraan pribadi sebanyak 120, kendaraan umum sebanyak 38 dan kendaraan barang sebanyak 10.

“Mayoritas mereka diminta putar balik karena memang tidak memiliki kelengkapan surat-surat tugas yang harusnya dibutuhkan. Lalu, kalau untuk kendaraan barang itu karena overload,” jelas Kombes Pol Wahyu kepada Menko PMK.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore