KH Mustofa Bisri (Gus Mus)
JawaPos.com- Pengasuh Ponpes Roudlatul Tholibin, Rembang, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) hadir menyemarakkan Gelar Sastra Jawa Tengah 2023 bertema Silaturahmi Indonesia, di Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, Selasa (31/10) malam. Dalam kesempatan itu, Gus Mus ikut membacakan puisi dan sajaknya.
Beberapa kutipan sajaknya viral. Yakni, tentang ''Republik Rasa Kerajaan''. Bahkan, sejumlah tokoh turut mengunggahnya di X (dulu Twitter). Di antaranya Ulil Abshar Abdalla dan Alissa Wahid (putri sulung Gus Dur).
Dikutip dari Kanal Mata Air YouTube, berikut pernyataan dan pusi lengkap Gus Mus yang juga dikenal sebagai budayawan Nusantara itu.
Sebelum membacakan sajak-sajak, kepada saudara-saudaraku yang beragama Islam, saya minta keikhlasan hati untuk membaca Fatihah, memohon kepada Allah SWT untuk merahmati Palestina dan rakyat Palestina. Untuk merahmati bangsa Indonesia dan Indonesia. Alfatihah…
Dulu pada zaman Orde Baru, saya membaca puisi berakibat ketua panitianya diamankan yang berwenang. Saya pada waktu itu membaca puisi katanya karena ada puisi yang saya baca. Padahal, saya membaca puisi cuma begini:
Zaman kemajuan/ Inilah zaman kemajuan/Ada sirup rasa jeruk dan durian/ Ada keripik rasa keju dan ikan/ Ada Republik rasa Kerajaan
Malam ini, saya tidak akan membaca yang begitu-begitu lagi. Saya akan membaca puisi-puisi cinta saja. Supaya tidak ada yang tersinggung. Sudah banyak yang tersinggung. Memang saya dahului dengan Fatihah tadi, karena apa namanya, saya termasuk yang risau. Mudah-mudahan yang risau dan galau di atas sana. Di sini enak-anak saja lah. Cinta-cinta saja di sini.
(Setelah itu, Gus Mus membacakan sebuah puisi baru)
Bila kutitipkan dukaku pada langit/ Pastilah langit memanggil mendung/ Bila kutitipkan resahku pada angin/ Pastilah angin menyeru badai/ Bila kutitipkan geramku pada laut/ Pastilah laut menggiring gelombang/ Bila kutitipkan dendamku pada gunung/ Pastilah gunung meluapkan api
Tapi, akan kusimpan sendiri mendung dukaku dalam langit dadaku/ Kusimpan sendiri badai resahku dalam angin desahku/ Kusimpan sendiri gelombang geramku dalam laut pahamku/ Kusimpan sendiri api dendamku dalam gunung resamku/ Kusimpan sendiri
Saya dulu pernah nulis puisi tentang negeriku.
Negeriku/ Mana ada sesubur negeriku/ Sawahnya tak hanya menumbuhkan padi, tebu, dan jagung/ Tapi, juga pabrik, tempat rekreasi, dan gedung/ Perabot-perabot orang kaya di dunia dan burung-burung indah piaraan mereka berasal dari hutanku
Ikan-ikan pilihan yang mereka santap bermula dari lautku/ Emas dan perak perhiasan mereka digali dari tambangku/ Air bersih yang mereka minum, bersumber dari keringatku/ Mana ada negeri sekaya negeriku/ Majikan-majikan bangsaku, memiliki buruh-buruh mancanegara/ Brangkas-brangkas bank di mana-mana menyimpan harta-hartaku
Negeriku menumbuhkan konglomerat dan mengikis habis kaum melarat/ Rata-rata pemimpin negeriku dan handai taulannya terkaya di dunia/ Mana ada negeri semakmur negeriku/ Penganggur-penganggur diberi perumahan, gaji dan pensiun setiap bulan/ Rakyat-rakyat kecil menyumbang negara tanpa imbalan/ Perampok-perampok diberi rekomendasi dengan kop sakti instansi/ Maling-maling diberi konsesi/ Tikus dan kucing dengan asyik berkoalisi

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
