Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Oktober 2023 | 17.32 WIB

Mimpi Komunitas Petani Muda Keren Mengajak Anak Muda Bertani, Jadikan Indonesia Lumbung Pangan Dunia

EDUKASI: Komunitas Petani Muda Keren mendampingi petani untuk bertani secara cerdas dan ramah lingkungan. - Image

EDUKASI: Komunitas Petani Muda Keren mendampingi petani untuk bertani secara cerdas dan ramah lingkungan.

Indonesia punya potensi besar menjadi lumbung pangan dunia. Potensi itu kini sedang digarap. Salah satunya oleh komunitas Petani Muda Keren Bali lewat konsep smart farmimg.

MIMPI saya, 2045 ataupun 100 tahun ke depan, Indonesia sudah menjadi lumbung pangan dunia,” ujar founder komunitas Petani Muda Keren AA Gede Agung Wedhatama. Bagi Agung, sapaan akrabnya, mimpi besar itu sangat bisa terwujud.

Sebab, Indonesia punya modal besar untuk itu. Berada di wilayah tropis menjadikan Indonesia punya musim tanam sepanjang tahun. Belum lagi bonus tanah yang subur dan bentangan laut yang amat luas.

Potensi tersebut dimanfaatkan betul oleh Agung melalui Petani Muda Keren. Sebuah gerakan petani muda Nusantara yang mengintegrasikan pertanian dari hulu ke hilir menggunakan teknologi internet of things (IoT) smart farming.

Mendirikan komunitas tersebut pada 2015, Agung dan rekan-rekannya yang berasal dari berbagai bidang ingin agar petani bisa berdaya. Di tahun pertama, Agung dkk fokus menggali masalah-masalah pertanian, khususnya di Bali. Rupanya, problemnya merata dari hulu hingga ke hilir. Mulai biaya tinggi yang dikeluarkan petani, pasar yang tidak pasti, hingga hilirisasi yang belum jelas.

”Oleh karenanya, di Petani Muda Keren kami mengusung konsep mata rantai pertanian terintegrasi dari hulu ke hilir,” terangnya. Visinya adalah pertanian ramah lingkungan, cerdas, dan berkelanjutan.

Dari hulu, pertanian organik mulai diterapkan. Setelah 20 tahun terakhir, petani terbiasa memakai obat kimia.

Saat problem di hulu mulai terurai, Petani Muda Keren mulai bergerak ke hilir. Berawal dari problem salah seorang anggota yang panen manggisnya dihargai murah di Bali, mereka menjajal peluang ekspor ke Tiongkok. Sejumlah restoran dan hotel di Bali juga mulai dijamah.

Agung dkk kemudian mengembangkan aplikasi khusus untuk mendata kelompok tani, varietas yang ditanam, luas lahan, hingga masa tanam dan panen. Aplikasi itu memudahkan pengguna mengetahui stok petani dan memenuhi permintaan dalam jumlah besar. Misalnya, ketika ada permintaan 200 kg brokoli, langsung ketahuan di mana saja stoknya.

Lulusan Master of Information and Technology Universitas Gadjah Mada itu juga mengembangkan aplikasi Bosfresh untuk belanja sayur dan buah organik yang diantar sampai depan pintu rumah.

Pertanian cerdas yang menjadi andalan komunitas Petani Muda Keren diwujudkan melalui teknologi IoT smart farming. Dengan teknologi itu, petani bisa mengecek temperatur, kelembapan tanah, termasuk potensi hujan di kebunnya.

Sensor dan kamera CCTV dipasang di area kebun sehingga petani bisa memonitor dari jauh lewat aplikasi yang dinamai Mikiko Smart Farming. Aplikasi itu juga memungkinkan petani memupuk dan menyiram tanaman di kebunnya secara otomatis dan terjadwal.

”Dengan teknologi ini, petani bisa mendapatkan efisiensi hingga 70 persen,” jelasnya. Sebelum menggunakan teknologi tersebut, petani butuh 4–6 jam untuk menyiram lahan seluas 10 are. Kalau 1 hektare, bisa 12–14 jam. Smart farming membuat penyiraman hanya berlangsung selama 15–30 menit dengan irigasi tetes.

Teknologi itu juga memangkas biaya. Sebelumnya, penyiraman memerlukan tenaga kerja dengan bayaran Rp 3 juta per bulan untuk dua orang. Dengan penerapan teknologi, komponen biaya tersebut hilang.

Teknologi itu sukses menarik minat anak-anak muda. Tidak heran, saat ini sudah lebih dari 1.000 anak muda dari berbagai daerah seperti Sumatera, Lombok, Kalimantan, dan wilayah lain yang tergabung dengan Petani Muda Keren. Karena bagi Agung, petani adalah subjek, bukan objek. (mia/c12/byu)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore