Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Oktober 2023 | 15.21 WIB

Usaha Pembenihan Udang di Barru, Harapan Besar Tingkatkan Produksi Udang Nasional

Kegiatan pembenihan udang di Desa Kupa, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. (Dok. LPMUKP) - Image

Kegiatan pembenihan udang di Desa Kupa, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. (Dok. LPMUKP)

JawaPos.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan terus memperkuat usaha pembenihan udang di seluruh negeri. Hal ini sebagai pilar utama dalam upaya meningkatkan produksi udang nasional. Salah satu pelaku usaha yang menjadi sorotan adalah Darmawis Nur, 50, pembenih udang berpengalaman selama dua dekade asal Desa Kupa, Kabupaten Barru.

Darmawis, dengan pengalamannya membuktikan bahwa benih memegang peran utama dalam mendukung pertumbuhan industri udang di Indonesia. Saat ini, upayanya tidak hanya terbatas pada pengembangan udang windu, tetapi juga mencakup udang vaname, mengikuti permintaan yang terus meningkat di berbagai daerah.

"Distribusi benih udang yang kami produksi mencakup wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan," ungkap Darmawis.

Menurut Darmawis, proses pembenihan benur udang vaname memerlukan waktu sekitar 17 hari sejak menetas, sedangkan benur windu memerlukan waktu hingga 20 hari. Benih udang ini dikelola hingga mencapai tahap post larva (PL) 12 sebelum siap untuk dijual.

Benih-benih udang yang dibudidayakan. (Dok. LPMUKP)

Bulan demi bulan usaha Darmawis berhasil mencapai angka produksi yang mengesankan. Dalam sebulan, tidak kurang dari 2-3 juta ekor benih udang vaname dan 5-6 juta ekor benih udang windu mampu diproduksi. Benih udang pun dijual dengan harga yang bervariasi, tergantung pada tingkat kesulitan dalam proses budidaya.

"Harga benih udang Vaname berkisar antara 20-25 rupiah per ekor, sementara benih udang Windu dijual dengan harga 25-40 rupiah per ekor," tambahnya.

Pada perjalananya usaha Darmawis sempat terdampak kebijakan larangan ekspor udang hingga mengalami stagnansi dan terhenti. Namun, melalui langkah strategis yang diambil, Darmawis berhasil pulih dan kembali menjalankan usahanya. Keberhasilan ini didukung oleh memanfaatkan permodalan dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), yang membantu memulihkan perputaran ekonomi usahanya.

Darmawis yakin bahwa bisnis pembenihan udang memiliki potensi pertumbuhan yang berkelanjutan, dan pasarannya akan tetap stabil. Dengan dukungan penuh dari pemerintah serta semangat kewirausahaan seperti yang ditunjukkan oleh Darmawis, produksi udang nasional diharapkan dapat terus meningkat.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore