
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).
JawaPos.com - Setelah dibentuk, anggota Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) langsung dilantik. Ketiga nama yang dilantik adalah Jimly Asshiddiqie mewakili tokoh masyarakat, Bintan R. Saragih mewakili akademisi, serta Wahiduddin Adams mewakili hakim aktif.
Dari tiga nama tersebut, profil Jimly Asshiddiqie menjadi sorotan. Pasalnya, Jimly diketahui pernah menyatakan dukungan kepada Prabowo. Dia juga memiliki anak yang menjadi kader Gerindra. Padahal, kasus-kasus dugaan pelanggaran etik yang dilaporkan berkaitan dengan putusan 90/2023 yang membuka jalan bagi Gibran untuk maju pilpres.
Jimly tidak mau berkomentar banyak soal independensi. Dia berdalih, independensi bukan soal retorika, melainkan perilaku. Sebab, jika retorika mengaku independen, tapi perilaku tak mencerminkannya, baginya tidak ada artinya. Mantan ketua MK itu mengaku siap membuktikan bekerja objektif. ”Independensi itu nggak usah diomongin, dikerjain aja. Nanti you nilai kalau sudah diputus,” ucapnya.
Lagi pula, lanjut Jimly, dirinya tidak sendirian di MKMK. Ada dua anggota lain yang bisa saling mengontrol. ”Tadi kan sudah ada sumpah jabatan (bekerja independen, Red),” imbuhnya.
Untuk proses pemeriksaan para hakim, Jimly menegaskan akan segera dilakukan. Seusai pelantikan, tiga anggota MKMK akan menggelar rapat untuk menyusun langkah pemeriksaan. Mengingat waktu yang dimiliki hanya 30 hari.
Dalam kesempatan tersebut, Jimly menegaskan komitmennya untuk memperbaiki citra MK. Apalagi, dalam waktu tidak lama, akan ada sengketa hasil pemilu yang membutuhkan kredibilitas lembaga. ”Pilpres nanti ya kan itu nanti ujungnya kan ke sini (MK). Hasilnya tidak percaya bisa chaos,” jelasnya.
Lembaga Kajian Demokrasi Public Virtue Research Institute (PVRI) menyatakan bahwa pihaknya meragukan integritas anggota MKMK. Direktur Eksekutif PVRI Yansen Dinata menyampaikan, komposisi keanggotaan majelis etik MK saat ini mengandung potensi konflik kepentingan.
Salah satu yang dia soroti adalah mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie. Menurut Yansen, Jimly pernah menemui Prabowo pada Mei lalu. Seusai pertemuan itu, Jimly menyatakan dukungan untuk Prabowo pada pemilu tahun depan.
Yansen juga menyinggung keluarga Jimly yang kini menjadi kader Gerindra. ”Salah seorang anak Jimly, yaitu Robby Asshiddiqie, juga merupakan calon legislator Partai Gerindra pimpinan Prabowo,” ungkapnya. (far/lum/tyo/syn/idr/c9/oni)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
