Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Oktober 2023 | 23.08 WIB

ASEAN Desak Penghentian Konflik Israel-Palestina Melalui Solusi Dua Negara yang Dinegosiasikan

Memanasnya konflik Israel dan Palestina membuat ASEAN mendesak penghentian segera melalui negosiasi kedua belah pihak. - Image

Memanasnya konflik Israel dan Palestina membuat ASEAN mendesak penghentian segera melalui negosiasi kedua belah pihak.

JawaPos.com – Konflik Israel-Palestina kini kian memanas, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akhirnya mendesak penghentian segera kekerasan dan menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum humaniter internasional.

Menteri Luar Negeri ASEAN bersama dengan pernyataan, pada Jumat (20/10), menyatakan bahwa pihaknya merasakan keprihatinannya atas meningkatnya konflik bersenjata Israel-Palestina di Timur Tengah.

ASEAN sebagai organisasi kawasan mengutuk dengan keras tindakan kekerasan yang menewaskan dan melukai warga sipil, termasuk warga negara anggota ASEAN, serta menyeru semua pihak agar menciptakan koridor kemanusiaan yang aman, cepat, dan bebas hambatan.

“ASEAN menegaskan kembali dukungannya terhadap solusi dua negara yang dinegosiasikan yang memungkinkan Israel dan Palestina hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan,” tulis pernyataan yang dikutip JawaPos.com melalui Antara.

“Ini akan menjadi satu-satunya jalan yang bisa ditempuh untuk menyelesaikan akar penyebab konflik,” imbuhnya.

Selain itu, ASEAN juga telah mendesak seluruh pihak untuk melindungi dan menjamin keselamatan dan keamanan semua warga sipil hingga pembebasan segera para sandera tanpa syarat.

Organisasi tersebut bahkan mendesak masyarakat internasional untuk mendukung proses perdamaian antara Israel dengan Palestina dalam menjamin perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan.

Sebab hingga saat ini, Israel masih terus membombardir wilayah Palestina yang terkepung hingga merenggut nyawa dengan jumlah korban terus meningkat, yaitu mendekati 3.000 yang terdiri dari 750 anak-anak.

Serangan tersebut menargetkan bangunan-bangunan di kawasan pemukiman padat penduduk yang diduga dihuni oleh kelompok Palestina Hamas.

Imbas dari adanya konflik ini pun akhirnya mengakibatkan sekitar dua juta penduduk mengalami kekurangan kebutuhan dasar, seperti air, listrik, dan pasokan lainnya karena diputus oleh Israel.

Sehingga, hal tersebut menimbulkan rasa kekhawatiran dari PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Saat ini pun, diketahui Israel telah menyerang sebuah rumah sakit di Gaza pada Selasa lalu dan Kamis (19/10) telah membom gereja ortodoks Yunani Saint Porphyrius di Gaza, yang merupakan tempat berlindung sekitar 500 Muslim dan Kristen Palestina.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore