
Penandatangan kerjasama antara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
JawaPos.com - Mulai tahun ini, daging kambing dam atau denda jamaah haji dikirim ke Indonesia. Tahun depan diharapkan semakin banyak daging kambing dam jemaah haji Indonesia yang pulang kampung. Sehingga bisa berkontribusi pemenuhan gizi masyarakat Indonesia, sekaligus mengatasi persoalan stunting.
Pengiriman kembali daging kambing dam jemaah haji itu merupakan hasil kerja sama antara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Kemudian juga melibatkan Kementerian Agama (Kemenag) Indonesia.
Catatan dari BPKH menyebutkan tahun ini sebagai permulaan, sebanyak 75 ribu kantong daging kambing atau domba dam jemaah haji dikirim kembali ke Indonesia. Daging-daging itu berasal dari 2.674 ekor hewan dam. Perinciannya adalah 2.674 ekor dari petugas haji dan 443 ekor dari jemaah haji Indonesia.
Ketua Baznas Noor Achmad mengatakan, kerja sama antara mereka dan BPKH terus berlanjut. Dia bahkan berharap tahun depan, semakin banyak daging hewan dam dari jemaah haji yang dikirim ke Indonesia.
"Harapan kami nanti ada (daging) 200 ribuan kambing dam yang bisa dikembalikan ke Indonesia," katanya di Jakarta pada Kamis (21/9).
Jika harapan itu bisa terwujud, Noor mengatakan, menjadi usaha yang luar biasa. Pasalnya kegiatan haji yang dilangsungkan di Arab Saudi, bisa membawa berkah untuk bangsa Indonesia. Masyarakat bisa ikut merasakan daging dam dari para jemaah haji Indonesia.
Noor mengatakan, potensi daging dari hewan dam jemaah haji Indonesia sangat besar. Pasalnya hampir seluruh jemaah haji Indonesia adalah jemaah haji tamattu. Yaitu melakukan umrah, kemudian melepas kembali kain ihramnya. Sehingga dikenai denda atau dam menyembelih satu ekor hewan berupa kambing atau domba.
Dengan jumlah jemaah haji Indonesia sebagai 221 ribu orang, maka potensi hewan dam haji tamattu bisa mencapai 200 ribu lebih. Dia mengatakan sudah berkomunikasi dengan Kemenag soal pengiriman daging hewan dam ke Indonesia. Termasuk juga dengan MUI, NU, dan Muhammadiyah serta ormas-ormas Islam lainnya.
"Tampaknya mereka tidak mempermasalahkan kalau dam itu dikirim semuanya ke Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.
Kerja sama antara BPKH dan Baznas soal pengiriman kembali daging hewan dam haji tamattu itu dilakukan di sela Rakornas 2023 Baznas di Jakarta. BPKH teken kerja sama dengan Baznas menyiapkan langkah-langkah terbaik untuk menyalurkan daging hewan Dam jemaah dan petugas haji tahun 2023 sekaligus mempersiapkan pengelolaan daging dam Haji Tamattu’ tahun 2024. Tujuannya agar dapat memberikan maslahat bagi umat.
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menjelaskan, pendistribusian daging hewan dam di Indonesia merupakan langkah inovasi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023. Inovasi ini dilakukan untuk memberikan nilai manfaat sosial lebih besar bagi masyarakat di Indonesia.
"Tidak sekedar manfaatnya untuk individu, personal, spiritual yang melaksanakan ibadah haji," katanya.
Tapi tahun ini yang berhaji bisa memberi manfaat sosial horizontal bagi umat yang membutuhkan sekaligus mendukung program pemerintah dalam penuntasan stunting. BPKH bersama Baznas akan mendistribusikan daging hewan Dam ini dengan memprioritaskan untuk masyarakat yang membutuhkan terutama di Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) serta daerah yang terdampak bencana.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
