Dibalik konflik warga dan BP Batam, ini pesona memukau yang dimiliki Pulau Rempang. (Dok. Direktori Pariwisata)
JawaPos.com - Konflik duduk perkara antara warga dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam terkait Pulau Rempang, sampai saat ini masih memanas.
Penggusuran tempat tinggal warga di Pulau Rempang yang akan dijadikan proyek pembangunan kawasan Rempang Eco City oleh BP Batam dan PT Makmur Elok Graha (MEG) terus menuai penolakan.
Dilansir dari
JawaPos.com, Jumat (15/9), Presiden Jokowi menilai, konflik di Pulau Rempang terjadi karena kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Meski demikian, Jokowi sudah menghubungi Kapolri Listyo Sigit untuk berkomunikasi lebih lanjut dengan aparat.
Jokowi juga mengatakan jika konflik lahan di Pulau Rempang ini tinggal diselesaikan dengan memberi ganti rugi. Ia mewanti-wanti instansi pemerintah terkait tidak melakukan pendekatan yang represif terhadap masyarakat.
Kemudian dilansir dari RiauPos.co, Jumat (15/9), tokoh masyarakat Riau Hj Azlaini Agus menyampaikan informasi yang dikutip dari Kitab Tuhfat An-Nafis karya Raja Ali Haji (terbit perdana tahun 1890), dijelaskan bahwa penduduk Pulau Rempang, Galang dan Bulang adalah keturunan dari prajurit-prajurit atau Laskar Kesultanan Riau Lingga yang sudah mendiami pulau tersebut sejak tahun 1720 Masehi di masa pemerintahan Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah I.
“Jadi adalah keliru jika penguasa negara Indonesia menganggap penduduk 16 kampung tua di Pulau Rempang sebagai pendatang," tutur Azlaini.
"Penduduk Melayu yang berdiam di Pulau Rempang, termasuk juga Galang dan Bulang sudah eksis sejak lebih dari 300 tahun yang lalu, beranak-pinak berketurunan, hidup mendiami pulau tersebut serta menjaga nilai dan tradisi nenek moyang mereka sampai hari ini,” lanjutnya.
Berarti sudah membuktikan jika Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman budaya yang perlu dilestarikan dan dijaga untuk anak cucu kita nanti.
Lantas, apa yang menarik dari Pulau Rempang?
Pulau Rempang merupakan sebuah pulau yang terletak di wilayah pemerintahan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, berada sekitar 3 km di sebelah tenggara Pulau Batam.
Pulau Rempang sendiri memiliki luas wilayah sekitar 16.583 hektar, yang terdiri dari dua kelurahan yaitu Rempang Cate dan Sembulang.
Dikutip dari
Lombok Post, jika jumlah penduduk Pulau Remang diperkirakan 5.000 jiwa (tidak termasuk Galang dan Bulang), bermata pencaharian pada umumnya sebagai nelayan dan berdagang.
Diketahui jika Pulau Rempang memiliki pesona alam yang disembunyikan dan menjadi sebuah salah satu tempat destinasi untuk berwisata.
Seperti ikon khas Kota Batam yaitu Jembatan Barelang, yang menjadi penghubung antara Pulau Rempang dengan pulau-pulau lainnya.
Fakta unik tentang Jembatan Barelang atau disebut juga Jembatan Habibie sebagai bentuk penghargaan atas jasa B.J. Habibie dalam mengembangkan Pulau Batam sebagai pulau industri serta mempelopori pembangunan jembatan ini.
Pulau Rempang memiliki banyak sekali wisata alam pantai.
Salah satunya Pantai Melayu, yang merupakan salah satu destinasi wisata alam yang terletak di Jalan Trans Barelang, Desa Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Pantai yang dilindungi oleh barisan pohon yang melapisi pantai dan dihiasi dengan gubuk rapi.
Ditambah pasir putih yang lembut memberikan permukaan yang ideal untuk berbaring dan hanya berendam dalam keindahan alam, juga menikmati matahari terbenam di sore hari, alam juga menampilkan beberapa view terbaiknya.
Ada juga wisata alam, hutan hujan tropis, pegunungan, dan sungai-sungai kecil lainnya yang cocok untuk olahraga para pecinta petualangan alam seperti hiking dan trekking.
Bukit Gendang juga merupakan destinasi wisata perta pengembangan olahraga pecinta paralayang yang terletak di Pulau Rempang, Sembulang, Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Bukit Gendang memiliki pemandangan 360 derajat yang menampilkan keindahan alam yang luar biasa dengan keasriannya.
Jadi, apakah kamu bersedia untuk berlibur di Pulau Rempang? Jangan lupakan untuk menyiapkan budget kamu.***