Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 September 2023 | 17.42 WIB

Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari Sebut Perlu Stimulus Agar Pengusaha Terpacu Bantu Pendanaan Olahraga

Kadin Indonesia gelar diskusi panel sambut Hari Olahraga Nasional (Haornas) bertema Antara Prestasi dan Industri Olahraga di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (8/9). - Image

Kadin Indonesia gelar diskusi panel sambut Hari Olahraga Nasional (Haornas) bertema Antara Prestasi dan Industri Olahraga di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (8/9).

Arsjad Rasjid Calon Kuat CdM Indonesia untuk Olimpiade Paris 2024

JawaPos.com–Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menilai diperlukan regulasi yang bisa memberi stimulus kepada pengusaha atau perseroan agar terpacu untuk berkontribusi di sektor olahraga.

Hal itu disampaikan dalam diskusi panel bertema Antara Prestasi dan Industri Olahraga yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam perayaan menuju Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (8/9).

Okto sapaan akrab Raja Sapta Oktohari menyebutkan, sebagai pengusaha tentu malu. Sebab, seharusnya olahraga bisa mandiri. Hanya saja saat ini, dana olahraga dari APBN masih kurang dari 0,1 persen.

”Mau di bolak balik kayak apa pasti dana itu tidak cukup. Kalau begitu harapannya kita bisa mendapat dukungan dari insan pengusaha sehingga olahraga ini bisa mandiri,” kata Raja Sapta Oktohari.

Okto menilai, sejatinya Undang-Udang Keolahragaan Nomor 11 Tahun 2022 sudah mengatur pendanaan olahraga tak harus dari anggaran pemerintah. Di luar APBN dan APBD, dana masyarakat, kerja sama, sumbangan usaha, dan hasil industri olahraga, juga dapat memberikan kontribusi untuk olahraga.

Hanya saja menurut dia, diperlukan payung hukum lain untuk memperkuat UU Keolahragaan. Sebab, UU Perseroan Terbatas No 40 Tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah 47/2012 belum memasukkan olahraga menjadi bagian dalam corporate social responsibility (CSR).

”Tapi tidak mungkin bisa terlaksana jika tak ada stimulus yang diberikan. Apa pun itu bentuknya, seperti kemudahan atau pemotongan tax sampai dengan 25 persen misalnya pasti akan banyak yang terdorong untuk membantu peningkatan prestasi olahraga Indonesia,” papar Okto.

Sementara itu, Okto mengungkapkan Arsjad Rasjid sebagai calon Chef de Mission Indonesia di Olimpiade Paris 2024. ”Insya Allah (Arsjad Rasjid) Calon CdM Paris 2024,” beber Okto.

Hal senada disampaikan Menpora Dito Ariotedjo yang menyebutkan Surat Keputusan (SK) untuk menetapkan Arsjad sebagai CdM di multiajang olahraga terbesar dan terakbar di dunia itu sudah ada di mejanya. "SK sudah di meja dan sudah dikirim ke presiden juga,” ujar Dito.

Dito membeberkan beberapa alasan mengapa nama Arsjad mencuat. Pertama, panahan merupakan salah satu yang dijagokan di Olimpiade. Sejauh ini, cabang itu juga sudah meloloskan satu atlet ke Olimpiade atas nama Arif Dwi Pangestu.

Arif yang berusia 19 tahun mengantongi tiket tersebut setelah menjadi semifinalis recurve putra di Kejuaraan Dunia Panahan 2023 atau World Archery Championships 2023 di Berlin, Jerman, pada 31 Juli - 6 Agustus.

”Arsjad menjadi sosok yang representatif, memimpin cabor, serta cabornya lolos di Olimpiade,” tutur Dito.

Arsjad bukan orang baru di komunitas olahraga. Selain sebagai pengusaha, dia telah mengabdi di olahraga sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PP Perpani) periode 2023-2027.

Arsjad sendiri tak menolak jika dipilih untuk menjadi CdM. ”Semua saya serahkan kepada pimpinan, serahkan kepada pemerintah yang terbaik. Buat saya, kita sebagai anak bangsa ditunjuk siap,” ucap Arsjad Rasjid.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore