
Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari telah mengambil sikap menyusul adanya perubahan format cabor sepak bola di Asian Games 2026. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengimbau atlet berani melapor jika mengalami tindakan kekerasan atau pelecehan, dikutip dari ANTARA.
"Jangan diam karena setiap suara itu bisa mewakili teman-teman lain yang mungkin hari ini ada yang diam (tidak berani melapor)," kata Oktohari kepada awak media dalam acara perayaan HUT ke-74 KOI di Jakarta, kemarin.
Baca Juga:Misi Eliano Reijnders di Kandang Borneo FC! Persib Bandung Pede Jungkalkan Perlawanan Tuan Rumah
Dia menyampaikan hal itu berkaitan dengan munculnya kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet panjat tebing dan kickboxing.
Dia mengapresiasi para atlet dan pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) yang sudah berani bersuara melawan dugaan kekerasan fisik dan pelecehan terhadap oleh kepala pelatih.
Setelah itu muncul lagi laporan dugaan pelecehan seksual dari atlet kickboxing.
Dia menjelaskan KOI memiliki Program Safeguarding yang melindungi semua insan olahraga dari kekerasan, pelecehan, diskriminasi, dan bentuk penyalahgunaan lainnya.
Setiap cabang olahraga, kata dia, juga telah berkoordinasi dengan KOI untuk memiliki Program Safeguarding.
Oktohari mengimbau semua atlet, ofisial, dan pihak lain agar berani berbicara atau melapor jika mengalami perlakuan yang tidak sesuai, melanggar norma, kekerasan, apalagi pelecehan seksual.
Dia berharap kasus di cabang panjat tebing dan kickboxing merupakan yang terakhir terjadi dalam dunia olahraga Indonesia.
"Tapi kalau sampai terjadi lagi, bicara (melapor) saja, kita semua, insyaallah siap mengawal sampai ujung karena perbuatan biadab harus dihapus dari olahraga kita," katanya.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi KOI yang bekerja sama dengan Olympic Council of Asia (OCA) menghadirkan Safeguarding untuk melindungi insan olahraga di Indonesia.
"Kami juga mengambil posisi yang tegas dalam hal perlindungan atlet kita yang sudah banyak berkorban," kata Erick.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
