Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 September 2023 | 01.07 WIB

Hashim: Kami Tidak Berikan Satu Rupiah pun Kepada Aktivis 98 yang Dukung Prabowo

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto - Image

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

JawaPos.com- Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo memastikan pemberian dukungan dari aktivis 98 seperti Budiman Sudjatmiko, Immanuel Ebenezer dan lain-lain kepada Prabowo Subianto bukan karena uang. Dia membantah sejumlah uang digelontorkan kepada mereka agar memberi dukungan.

Hal itu disampaikan Hashim saat menghadiri diskusi bertajuk 'Kenapa Aktvisi Dukung Prabowo?' di rumah pemenangan relawan Prabowo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/9).

"Saya mau bersaksi ini menanggapi tuduhan, fitnah-fitnah dan sebagainya, pihak Prabowo, dari kami tidak berikan satu rupiah, satu euro, satu dollar, satu yen kepada mereka semua. Tidak ada sogokan," kata Hashim.

Sementara itu, Jokowi Mania sekaligus Aktivis 98 Immanuel Ebenezer mengatakan, dirinya mendukung Prabowo karena memiliki gagasan besar yang tidak dimiliki calon lain. Prabowo selama ini juga sebagai sosok yang kerap mendapat hujatan, fitnah karena dianggap memiliki dosa masa lalu.

"Pak Prabowo ini kan lahir dari proses panjang, bukan dari proses instan. Dia pernah digadang-gadang menjadi Wapres 2009 dengan Bu Mega, kasusnya diangkat soal pelanggaran HAM, 2019 diangkat menjadi bagian pemerintahan Jokowi orkrestasi yang diungkit pelanggaran HAM diangkat," kata Noel sapaan akrabnya.

Noel pun meminta kepada semua pihak agar beradu gagasan dalam menghadapi Pilpres 2024. Tidak lagi menyerang secara personal.

"Kalian gugat saja sikap Prabowo, kita berkompetisi bicara gagasan, bukan lagi personal. Siapa yang nggak punya dosa masa lalu, semua punya, hanya tidak mencalonkan. Sampai dengan saat ini tidak ada keputusan hukum yang menyatakan Prabowo melanggar HAM, melakukan penculikan," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Budiman Sudjatmiko mendeklarasikan dukungan terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam acara relawan Prabowo-Budiman (Prabu) Bersatu di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/8). Padahal, PDIP telah mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres pada Pemilu 2024.

PDI Perjuangan akhirnya resmi memecat Budiman Sudjatmiko usai mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo. Petikan surat pemecatan itu sudah diterima Budiman, yang ditandatangani oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, pada Kamis (24/8) malam.

"Memutuskan, memberikan sanksi organisasi berupa pemecatan kepada Sdr. Budiman Sudjatmiko, M.A. M.Phil dari keanggotaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan," bunyi surat keputusan DPP PDIP tersebut.

Merespons pemecatan itu, Budiman Sudjatmiko mengaku legawa. Ia enggan berkomentar banyak setelah menerima surat resmi dari PDIP. 

“Tak ada komentar. Saya cuma mau bilang bahwa saya sudah menerima suratnya dan terima kasih untuk semuanya,” kata Budiman Sudjatmiko saat dikonfirmasi, Jumat (25/8).

Mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu mengaku tidak masalah dipecat dari PDIP usai mendukung Prabowo. Menurutnya, ini hanya akhir dari satu episode perjalanannya untuk memulai babak baru karier politiknya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore