Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 September 2023 | 17.09 WIB

Alasan Filipina Dipilih untuk Gantikan Myanmar Sebagai Tuan Rumah KTT ASEAN 2026, Berikut Penjelasan Kemenlu

Bendera negara-negara peserta KTT ASEAN di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

JawaPos.com - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi menjelaskan keketuaan ASEAN 2026 bakal dipegang oleh Filipina, menggantikan Myanmar.

Kesepakatan ini merupakan bentuk diskusi Indonesia dan negara ASEAN lainnya mengingat kondisi Myanmar yang belum kondusif.

"Keketuaan ASEAN 2026 akan dipegang oleh Filipina dan ASEAN berkomitmen untuk melanjutkan bantuan kemanusiaan," kata Menlu RI, Retno Marsudi dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden pada Rabu (6/9).

Staff Khusus Menlu untuk Diplomasi kawasan, Ngurah Swajaya juga menyebutkan para pemimpin ASEAN ingin agar Filipina menggantikan Myanmar memegang keketuaan pada 2026 mendatang.

"Ketua dan para leaders ASEAN sepakat jika Filipina akan bertindak sebagai tuan rumah ASEAN 2026 mendatang. Kondisi yang dirasa kurang kondusif di Myanmar menjadi salah satu pertimbangan untuk menunjuk Filipina," kata Ngurah Swajaya

Ia menuturkan kesepakatan ini ditetapkan agar Filipina bisa mempersiapkan dengan maksimal agenda ASEAN 2026. "Kalau ngga ada keputusan dari para leaders ASEAN, Filipina jadi belum siap, namun jika sudah diputuskan seperti ini pihak Filipina bisa segera mempersiapkan dengan baik," tambah Ngurah Swajaya.

Menurut jadwal keketuaan ASEAN 2026 memang seharusnya dipegang oleh Myanmar karena sesuai dengan abjad Inggris, Myanmar lebih dulu ketimbang Filipina. Sementara itu Filipina mestinya mendapatkan giliran pada tahun 2027.

Di sisi lain, saat pertemuan para pemimpin ASEAN, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengatakan bahwa negaranya siap menjadi ketua ASEAN 2026 usai ditunjuk menggantikan Myanmar.

"Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa Filipina siap untuk memimpin ASEAN pada tahun 2026. Kami akan memperkuat pondasi pembangunan komunitas kami dan menavigasi ASEAN saat memulai babak baru," kata Ferdinand Marcos dikutip dari Bloomberg.

"Kami akan mengandalkan dukungan dari sesama negara anggota dan terus bekerja dengan mitra ASEAN untuk memperkuat sektor perdagangan dan berkelanjutan untuk perdamaian dan keamanan maupun stabilitas di kawasan ASEAN," tambahnya.

Sejak kudeta di Myanmar pecah pada tahun 2021 silam, negara-negara ASEAN memang mulai mengucilkan Myanmar dari beberapa agenda pertemuan lantaran maraknya kekerasan penduduk di wilayah Myanmar.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore