Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 September 2023 | 00.30 WIB

Kematian Imam Masykur Diduga Berkaitan dengan Peredaran Tramadol, Wasekjen Demokrat: Mafianya Harus Dibongkar

Jansen Sitindaon.

 
JawaPos.com - Kasus pembunuhan yang menimpa Imam Masykur menjadi perhatian banyak kalangan, tak terkecuali Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) partai Demokrat Jansen Sitindaon.
 
Setelah melihat video penganiayaan Imam Masykur, ia meminta agar Riswandi Manik dan kawanannya dihukum berat.
 
Selain itu, ia meminta motif dari Riswandi Manik Cs juga harus digali lebih dalam lagi.
 
 
Tak hanya itu, ia pun menghimbau kepada penegak hukum agar para pelaku diproses secara transparan.
 
"Kami minta kepada penegak hukum nantinya menyampaikan terbuka ke publik apa motif dibelakang pembunuhan ini?" tukasnya, dikutip dari Fajar pada Minggu (3/9).
 
"Soal asmara kah, utang piutang? Atau ini yang aku tertarik, karena tadi aku ada baca koment dan sebuah tulisan, apakah penyiksaan ini terjadi karena ada faktor terkait perdagangan obat-obatan dibelakangnya?," sambung dia.
 
 
Berdasarkan informasi yang dibaca oleh Jansen, ia menyebut beberapa publik mengaitkan kasus pembunuhan Imam Masykur dengan obat tramadol.
 
"Saya baca tadi nama obatnya: Tramadol. Sayapun tidak tahu obat apa ini," imbuhnya.
 
Menurut Jansen, hal ini harus diselidiki lebih lanjut. Hal itu karena kasus pembunuhan Imam Masykur bisa jadi merembet ke persoalan yang lebih besar.
 
 
"Sekaligus juga untuk membuktikan apa benar ini motifnya? Karena tidak mungkin orang membunuh tanpa alasan. Apalagi katanya tidak saling kenal sebelumnya. Pasti ada sesuatu yang menghubungkan," ungkapnya.
 
Jansen menekankan dugaan obat tramadol dalam kasus ini perlu diselidiki lebih jauh untuk diketahui kebenarannya. 
 
Karena jika terbukti benar, maka mafia dibalik peredaran obat tramadol ini juga perlu dibongkar. 
 
 
"Namun jika benar motifnya karena soal tramadol atau obat-obatan jenis lainnya, maka sekalian mafia di belakang obat ini dibongkar semua sekalian," tandasnya.
 
Blak-blakan, Jansen menyinggung soal bekingan kasus yang bisa saja mempengaruhi proses penanganan sebuah kasus.
 
"Jadi mari bersama kita kawal perkara ini. Sampai vonis hukumnya inkracht. Dan semua yg terlibat diperkara in dibongkar," katanya.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore