
ILUSTRASI: Sejumlah barang bukti berupa 18 lempeng obat tipe G merek Tramadol dengan masing-masing lempeng berisi 10 butir, 17 butir Tramadol, 116 butir Exymer dan uang tunai sebesar Rp174 ribu. (ANTARA)
JawaPos.com - Belum lama ini viral di media sosial (medsos) sebuah video yang menunjukkan aktivitas jual beli obat keras jenis tramadol di depan Markas Satuan Rekonstruksi (Satrekon). Atas beredarnya video tersebut, TNI AU Menyampaikan klarifikasi pada Senin (16/3).
Dalam klarifikasi tersebut, Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menyampaikan bahwa instansinya tidak memiliki kaitan apa pun dengan aktivitas terlarang sebagaimana disampaikan pada video yang viral di medsos.
”TNI Angkatan Udara menegaskan bahwa institusi maupun personel TNI AU tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan dugaan aktivitas transaksi obat keras tanpa izin di lokasi yang disebutkan dalam video tersebut,” kata dia.
Terkait dengan keberadaan sepeda motor dinas TNI AU yang tampak berbelok ke arah lokasi di sekitar tempat kejadian dalam video itu, Nyoman menyatakan baha prajurit TNI AU hendak membeli minuman. Bukan terlibat dalam praktik jual beli tramadol.
”Kehadiran kendaraan dinas tersebut tidak berkaitan dengan dugaan aktivitas transaksi yang terjadi, melainkan anggota yang bersangkutan sedang menuju penjual minuman di sekitar lokasi untuk membeli minuman,” tegasnya.
Perwira tinggi bintang satu TNI AU itu menegaskan bahwa lokasi yang tampak pada video tersebut berada di luar wilayah Satrekon. Dia pun memastikan bahwa instansinya tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, termasuk peredaran obat keras tanpa izin.
”TNI AU mendukung penuh upaya penegak hukum dalam menindak segala bentuk peredaran obat keras tanpa izin yang merugikan masyarakat,” ujarnya.
Secara tegas, Nyoman menyatakan bahwa Angkatan Udara berkomitmen untuk menjaga profesionalitas, integritas, serta kepercayaan masyarakat dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Sehingga tidak akan melakukan perbuatan terlarang, apalagi terlibat dalam jual beli obat keras.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
