Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 September 2023 | 15.05 WIB

PKB Hengkang, Prabowo Harus Susun Ulang Strategi Ambil Suara NU

Cawapres yang diusung Partai Gerindra, PKB, PAN dan Partai Golkar, Prabowo Subianto - Image

Cawapres yang diusung Partai Gerindra, PKB, PAN dan Partai Golkar, Prabowo Subianto

JawaPos.com - Hengkangnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Koalisi Indonesia Maju berpotensi menjadi kerugian bagi Prabowo Subianto. Sebab, bisa mengurangi perolehan suara di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, daerah basis pemilih PKB.

“Kalau PKB pergi Muhaimin angkat kaki, ya sulit bagi Prabowo untuk mendapatkan dukungan dari kalangan Nahdliyin,” kata Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno kepada wartawan, Sabtu (2/9).
 
Menurut Adi, Prabowo tidak mempunyai akses untuk bisa masuk ke kalangan Nahdliyin. Karena itu, kepergian PKB bisa menjadi kerugian besar bagi Prabowo.
 
 
“Ya tentu saja menjadi kerugian besar bagi Prabowo Subianto kalo Muhaimin Iskandar PKB itu hengkang ke kubunya Anies ya. Karena PKB ini kan partai politik yang setidaknya bisa menambal kekurangan Prabowo di Jatim, Jateng dan kalangan Nahdliyin,” ucapnya.
 
“Karena Prabowo ini tidak punya pintu masuk untuk bicara untun penetrasi ke kalangan Nahdliyin. Karena yang bisa melakukan penetrasi ke kalangan Nahdliyin hanya PKB ya begitu kira-kira,” imbuh Adi.
 
Lebih jauh, PKB dikenal memiliki basis massa yang besar di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sehingga berpotensi membuat suara Prabowo tak akan kuat di dua wilayah tersebut.
 
“Kedua basis politik ini kan kuatnya Jatim dan Jateng. Karenanya pintu masuk ke Jatim dan Jateng salah satunya PKB, karenanya kalau hengkang Muhaimin jadi kerugian besar bagi Prabowo tentu saja,” jelas Adi.
 
Sebelumnya, Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengungkapkan bahwa bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Kabar tersebut pun dibenarkan oleh Anies sendiri, setelah dikonfirmasi langsung DPP Partai Demokrat.
 
"Kemarin, 30 Agustus 2023, kami mendapatkan informasi dari Sudirman Said, mewakili CapresAnies Baswedan, bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai NasDem dan PKB, 
 
untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar," kata Riefky dalam keterangannya, Jumat (31/8).
 
"Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum NasDem, Surya Paloh," sambungnya.
 
Teuku Riefky mengatakan, pihaknya melakukan konfirmasi langsung kepada Anies Baswedan terkait kabar tersebut. Menurut Riefky, kabar perjodohan Anies dengan Cak Imin tak terbantahkan.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore