Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Juni 2020 | 23.05 WIB

Rayakan Harlah Pancasila tanpa Pakaian Adat

Ketua DPR Puan Maharani mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di rumah dinas Ketua DPR, Kuningan, Jakarta, Senin (1/6/2020). Puan Maharani bertugas membacakan naskah Pembukaan UUD 45 sebagai bagian dari rangkaian upacara yang diikuti Presiden - Image

Ketua DPR Puan Maharani mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di rumah dinas Ketua DPR, Kuningan, Jakarta, Senin (1/6/2020). Puan Maharani bertugas membacakan naskah Pembukaan UUD 45 sebagai bagian dari rangkaian upacara yang diikuti Presiden

JawaPos.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila kemarin (1/6) tidak bisa dirayakan semeriah tahun lalu. Pandemi Covid-19 membuyarkan rencana rutin menampilkan kebinekaan Indonesia. Untuk kali pertama, upacara Hari Lahir Pancasila diselenggarakan secara virtual. Bukan dari Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri.

Yang ada hanyalah tampilan layar. Sebab, upacara diselenggarakan dengan menggunakan fasilitas konferensi video. Presiden Joko Widodo memimpin upacara dari Ruang Garuda di Istana Kepresidenan Bogor. Tidak mengenakan pakaian adat daerah seperti tahun lalu, tetapi setelan jas dan masker. Sementara itu, para undangan mengikuti upacara dari kantor dan kediaman masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, presiden menyebut bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila di tengah pandemi Covid-19 benar-benar menguji daya juang Indonesia sebagai bangsa. Juga, menguji pengorbanan, kedisiplinan, kepatuhan, dan ketenangan dalam mengambil kebijakan.

Karena itu, Indonesia patut bersyukur memiliki Pancasila sebagai penggerak. Tidak hanya menggerakkan persatuan. ’’Menggerakkan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi,’’ ujarnya. Nilai-nilai Pancasila harus terus dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Situasi saat ini, lanjut Jokowi, memerlukan daya juang dan kerja keras kita sebagai bangsa agar mampu melewati masa sulit pandemi. Semua negara dalam kesulitan dan tengah berlomba menjadi pemenang dalam mengatasi pandemi. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia juga harus tampil sebagai pemenang.

’’Kita harus optimistis. Kita harus mampu menciptakan peluang di tengah kesulitan,’’ tegas mantan gubernur DKI Jakarta itu. Kesulitan akibat pandemi harus dijawab dengan inovasi dan karya nyata. Karena itu, kreasi dan inovasi menjadi penting agar mampu berprestasi di tengah pandemi. Dengan demikian, kesulitan yang ada mampu dimanfaatkan menjadi sebuah lompatan.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=DuaTjEJ5u7U

 

https://www.youtube.com/watch?v=XU6K0gS38vs

 

https://www.youtube.com/watch?v=__FkQULTeEY

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore