Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Agustus 2023 | 03.02 WIB

PLN Bantah PLTU Sebabkan Polusi Udara di Jakarta Memburuk

Deretan gedung bertingkat di kawasan Sudirman, Jakarta, tampak diselimuti kabut, Selasa (11/10/22). Polusi udara Jakarta pada Selasa (11/10), dalam kategori tanda warna merah. Berdasarkan data Real-time Air Quality Index (AQI), Konsentrasi PM2.5 di udara - Image

Deretan gedung bertingkat di kawasan Sudirman, Jakarta, tampak diselimuti kabut, Selasa (11/10/22). Polusi udara Jakarta pada Selasa (11/10), dalam kategori tanda warna merah. Berdasarkan data Real-time Air Quality Index (AQI), Konsentrasi PM2.5 di udara

 
JawaPos.com - PT PLN (Persero) membantah PLTU atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap menjadi sebab polusi udara Jakarta memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Executive Vice Presiden Operasi Sistem Ketenagalistrikan, Dispriansyah menyebut bahwa transportasi yang membuat polusi udara Jakarta makin memburuk.
 
“Menurut saya pribadi, bukan karena saya orang PLN ya. Ini (polusi udara Jakarta) karena transportasi yang membuat kondisi saat ini (memburuk). Ditambah cuaca lebih panas Debu itu berterbangan,” kata Dispriansyah saat ditemui di Ayana Midplaza Jakarta, Selasa (15/8).
 
Dia menjelaskan, PLTU tidak ada hubungannya dengan polusi udara Jakarta. Menurut klaimnya, PLTU sudah lama beroperasi bahkan saat pandemi COVID-19 melanda pun, tidak ada masalah yang beririsan langsung terhadap beroperasinya pembangkit listrik itu.
 
 
“Itu (PLTU beroperasi) udah lama, jadi tidak ada hubungannya yang sekarang ini (polusi udara Jakarta) dengan PLTU itu beroperasi,” jelasnya.
 
“Zamannya pandemi Covid-19, dia (PLTU) juga beroperasi. Terbukti kita beroperasi ketika COVID, kita enggak ada masalah polusi itu,” sambungnya.
 
Dispriansyah juga mengungkapkan bahwa PLTU beroperasinya bukan baru-baru ini, melainkan sudah lebih dari dua tahun yang lalu.
 
Bahkan, dia juga menampik bahwa PLTU Jawa 7 di Provinsi Banten yang jadi sebabnya. Menurutnya, PLTU tersebut sudah beroperasi lama dan dia memastikan dalam dua tiga tahun ke depan tidak ada lagi PLTU yang beroperasi di Jakarta dan sekitarnya.
 
“PLTU itu beroperasi tidak hanya sekarang, itu sudah dua tiga empat tahun. Bahkan puluhan tahun yang lalu dan khusus untuk Jakarta sekitarnya dalam dua tiga tahun ini tidak ada tambahan PLTU,” tandasnya.
 
Sebelumnya, sektor industri, transportasi hingga PLTU disoroti sebagai pemicu buruknya kualitas udara di Jakarta. Bahkan, kualitas udara di Jakarta masih bertengger di tiga besar terburuk di dunia.
 
Melansir data dari situs IQAir kota metropolitan ini menduduki peringkat ketiga sebagai kota terburuk kualitas udaranya di dunia. Adapun tingkat baik atau buruknya suatu kualitas udara adalah dinilai berdasarkan tingkat PM 2,5-nya. Semakin tinggi angka PM 2,5, maka semakin buruk juga kualitas udara di suatu daerah.
 
Di Jakarta sendiri, per pukul 12.35 WIB, PM 2,5 yang dimiliki kota ini mencapai 159. Hal ini mengindikasikan udara yang tak sehat, tidak hanya untuk kelompok yang sensitif, tetapi juga untuk orang secara umum.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore