Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Juli 2023 | 18.05 WIB

Kopaska Temukan Tempat Penyimpanan Amunisi di Perairan Cilacap

BEKAS PERANG DUNIA II: Danlanal Cilacap Kolonel Laut (P) Bambang Subeno menunjukkan amunisi yang berasal dari dasar laut alur perairan Cilacap. - Image

BEKAS PERANG DUNIA II: Danlanal Cilacap Kolonel Laut (P) Bambang Subeno menunjukkan amunisi yang berasal dari dasar laut alur perairan Cilacap.

JawaPos.com – Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI-AL memastikan bahwa ribuan amunisi di perairan Cilacap, Jawa Tengah, berasal dari kapal perang.

Meski belum berhasil mengidentifikasi kapal tersebut, penyelaman pada Kamis (20/7) dan Jumat (21/7) menghasilkan temuan tempat penyimpanan amunisi.

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Cilacap Kolonel Laut (P) Bambang Subeno menyampaikan, temuan tersebut cukup signifikan. Sebab, tempat penyimpanan amunisi itu ditemukan bersama dengan amunisi yang kondisinya masih tergolong bagus. ”Memperkuat bahwa (ribuan amunisi yang ditemukan berasal dari, Red) kapal perang,” ungkapnya kemarin (22/7).

Beberapa amunisi yang ditemukan di tempat penyimpanan itu terdiri atas amunisi kaliber 12,7 milimeter, amunisi senapan, dan amunisi pistol. Secara keseluruhan, tidak kurang dari 200 butir amunisi yang diangkut para penyelam Kopaska dari tempat penyimpanan amunisi tersebut.

Meski kapal perang di dasar laut perairan Cilacap itu belum teridentifikasi, Lanal Cilacap menduga kuat kapal perang tersebut beroperasi saat Perang Dunia (PD) II masih berlangsung. Untuk itu, pengamanan bakal terus dilakukan personel TNI-AL di Cilacap.

Letkol Laut (P) Yudo Ponco sebagai komandan tim penyelam Kopaska di perairan Cilacap mengatakan, penyelaman dilakukan di alur perairan Cilacap. Persisnya di sekitar Dermaga SBI Sodong. Untuk mengupayakan identifikasi, para penyelam Kopaska memasang sejumlah tanda di dasar laut. Serupa dengan Lanal Cilacap, mereka menduga ribuan amunisi yang sudah diangkat ke daratan berasal dari kapal perang zaman PD II.

BEKAS PERANG DUNIA II: Amunisi yang berasal dari dasar laut alur perairan Cilacap.

Kepada awak media, Letkol Ponco menjelaskan, hasil penyelaman hari pertama (20/7) adalah temuan objek berbahan besi dengan dimensi lebih kurang 2.000 meter persegi. Dengan panjang 40 meter x lebar 50 meter. Kondisinya sudah hancur dan penuh lubang. Namun, para penyelam kesulitan mengidentifikasi objek tersebut lantaran visibilitas di dasar laut perairan Cilacap saat itu sangat minim. ”Sulit diidentifikasi karena visibilitas sangat rendah dan arus cukup kencang,” ujarnya.

Bahkan, tim penyelam Kopaska sempat menghentikan penyelaman karena kondisi yang tidak memungkinkan. Sehingga penyelaman harus dilanjutkan keesokan harinya. Di hari kedua, Kopaska memulai penyelaman sekitar pukul 06.30. Mereka membawa kamera bawah air. Pada penyelaman hari kedua itulah ditemukan tempat penyimpanan amunisi dan 200 butir amunisi berbagai jenis. (syn/c9/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore