
Tempat kos Waliyin, salah satu pelaku mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian dan diduga jadi TKP eksekusi pembunuhan dan mutilasi.
JawaPos.com - Kasus mutilasi di Sleman yang salah satu pelakunya adalah Waliyin membuat warga dan tetangga kos pelaku kaget dan terheran-heran. Waliyin diketahui menyewa sebuah kamar kos di Dusun Krapyak RT 04, Kecamatan Triharjo, Sleman. Di tempat kos itu, baik warga dan tetangga kos sama sekali tidak memiliki informasi yang cukup banyak tentang sosoknya. Padahal dia tercatat sudah menyewa kos tersebut sejak Agustus 2022 lalu.
Namun, selama hampir setahun tinggal di sana, warga dan tetangga sama sekali tidak mengetahui persis apapun kegiatan dan kesehariannya. Tidak banyak informasi yang bisa didapat dari warga dan tetangga. Namun, diketahui bahwa pelaku mutilasi Redho Tri Agustian itu bekerja sebagai karyawan sebuah restoran di Kaliurang.
"Kesibukannya kerja (karyawan) di kuliner (restoran). Berangkat pagi pulang malam," beber Ketua RT setempat, Ngatijo, seperti dilansir Pojoksatu.id (Jawa Pos Group).
Berdasarkan KTP, Waliyin tercatat sebagai warga Dusun Gatak, Desa Sukumulyo, Kecamatan Kajoran, Magelang. Sayangnya, Ngatijo juga tidak mengetahui cukup banyak tentang sosok yang cukup misterius itu. Apalagi sejak tinggal di tempat kos itu, Waliyin juga tidak pernah menyetorkan kartu identitasnya atau melapor kepada Ketua RT setempat.
"Dia (Waliyin) tidak laporan saya. Jadi, saya tidak tahu dan tidak punya data," ungkap Ngatijo.
Tidak Ada Bercak Darah
Ngatijo membeberkan, Waliyin pelaku mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian selama ini memang cukup tertutup. Dia juga sangat jarang bergaul dengan warga dan tetangga, serta tidak pernah ikut kegiatan warga Dusun Krapyak.
Ngatijo juga tidak mengetahui persis apakah Waliyin pernah membawa teman atau orang lain ke tempat kosnya atau tidak. Ngatijo bercerita, sehari setelah penemuan potongan tubuh di Dusun Kelor, Bangunkerto, dirinya didatangi petugas kepolisian. Petugas tersebut menanyakan tentang Waliyin. Akan tetapi, dirinya tidak bisa memberikan banyak keterangan karena memang tidak memiliki data yang diminta kepolisian.
"Kan, dia tidak pernah melapor atau menyerahkan identitas ke saya," kata Ngatijo.
Saat itu, polisi sempat menunggu Waliyin pulang. Kemungkinan untuk dimintai keterangan atau ditangkap. Akan tetapi, setelah ditunggu lama, dia ternyata dia tidak pernah lagi pulang ke kosnya.
Selanjutnya, polisi melakukan penggeledahan kamar kos Waliyin dengan izin pemilik tempat kos. Dari dalam kamar kos itu, kata Ngatijo, polisi menemukan dan membawa sejumlah barang bukti. Namun, yang membuat heran adalah di dalam kamar kos yang ditempati Waliyin dan barang bukti, sama sekali tidak ditemukan bercak darah.
"Ditemukan parang, cangkul kecil. Di sebelah kosnya banyak bungkus sarung tangan, baju kotor tidak ada bercak darah," beber Ngatijo.
Informasi yang beredar, eksekusi dan mutilasi Redho Tri Agustian dilakukan Waliyin pada Rabu (12/7). Itu adalah hari dimana ditemukan potongan tubuh di Dusun Kelor, Bangunkerto, pada Rabu (12/7) malam.
Saat itu, warga dan tetangga sempat melihat Waliyin pulang ke tempat kosnya. "Saat itu, Rabu (12/7) malam sempat pulang, motornya ditinggal di selatan jalan karena lagi ada pengecoran, nggak bisa masuk," ungkap Ngatijo.
Akan tetapi, dia kemudian pergi lagi meninggalkan kosnya dengan membawa sesuatu. Sayangnya warga tidak mengetahui persis apa yang dibawa oleh Waliyin pada malam itu. Apalagi warga dan tetangga juga tidak terlalu memperhatikan. Sebab, saat itu warga tengah bergotong royong melakukan pengecoran jalan di depan gang masuk tempat kos Waliyin.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
