Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Juli 2023 | 02.12 WIB

Kepemimpinan Menuju Negara Maju: Mendengar dan Memberi Contoh

ILUSTRASI: Pilpres 2024 - Image

ILUSTRASI: Pilpres 2024

JawaPos.com - Pemilu 2024 tinggal beberapa bulan lagi. Hingga kini bakal calon presiden (bacapres) yang sudah mendekralasikan diri belum merilis siapa pendampingnya. Menjelang pesta demokrasi tersebut publik pun berupaya menggali mendapatkan siapa figur yang tepat untuk memimpin bangsa ini ke depan.

Menurut pengamat psikologi politik Suryanto, untuk membawa bangsa Indonesia menjadi maju, dibutuhkan sosok seorang pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan dan dapat memberikan contoh yang baik. "Apa yang dilakukan harus sesuai dan konsisten dengan apa yang diucapkan," ujar Suryanto kepada wartawan, Selasa (18/7).

Lebih jauh Suryanto yang juga dekan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya itu mengatakan, setelah menjadi contoh yang baik, sosok pemimpin bangsa ke depan juga harus konsisten menjalankan perannya. "Konsisten ini tentu yang baik dan idealis," imbuhnya.

Hal yang tidak kalah penting bagi calon pemimpin ke depan, pada zaman yang canggih seperti saat ini harus mengerti teknologi. Calon pemimpin bangsa tidak boleh gagap teknologi (gaptek). Pemimpin itu harus mengetahui kondisi kekinian melalui teknologi telekomunikasi.

Suryanto menyinggung Menteri BUMN Erick Thohir. Ketua Umum PSSI itu di berbagai kesempatan kerap memberikan contoh kepemimpinan di BUMN dan PSSI. Hal itu menjadi salah satu indikasi sebagai calon pemimpin nasional yang baik. "Situasi sosial politik dan ekonomi mendatang sangat membutuhkan sosok pemimpin yang lengkap. Namun saya tidak ingin menyebut nama sosok," ucap Suryanto.

Secara psikologis, pemimpin memberikan contoh yang baik dan konsisten kepada anak buahnya. Jika pemimpin memiliki karakter yang ideal, maka mau tak mau akan mempengaruhi anak buahnya. Sebab, prinsip pemimpin secara psikologi adalah mempengaruhi orang lain. Sehingga diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik pada anak buahnya dan akhirnya kepada masyarakat.

Pada masa mendatang Indonesia membutuhkan calon pemimpin nasional yang tak sekadar transaksional dengan lembaga tertentu. Calon pemimpin mendatang memiliki komitmen terhadap kemajuan bangsa Indonesia.

"Saat ini banyak orang yang menjadi pemimpin karena transaksional. Bukan eranya lagi orang yang berkuasa karena transaksional. Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang bisa kerja. Buka hanya pintar ngomong. Pemimpin yang memiliki karakter yang dapat menjawab tantangan dan membawa bangsa Indonesia menjadi lebih maju lagi," kata Suryanto.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore