
SEGERA PULANG KAMPUNG: Sebagian harta karun dari Lombok dipamerkan dalam seremoni pengembalian artefak Indonesia di Leiden, Belanda, Senin (10/7).
JawaPos.com – Museum Nasional Indonesia (MNI) dipilih sebagai ”rumah” bagi 472 artefak yang dikembalikan pemerintah Belanda. Segala persiapan tengah dilakukan MNI untuk menyambut kepulangan benda-benda bersejarah yang dijarah pada masa kolonial itu.
Pelaksana Tugas Kepala BLU MNI Ahmad Mahendra menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah hal menyangkut langkah-langkah penerimaan hingga treatment ratusan benda bersejarah itu.
Dia merunut, saat tiba di Indonesia, akan dilakukan pengecekan jumlah dan jenis koleksi. Itu dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan daftar yang dikembalikan. ”Pengecekan dilakukan di Belanda maupun saat tiba di Jakarta,” ungkapnya kemarin (11/7).
Pengecekan juga dilakukan pada kondisi koleksi (condition report). Sejak sebelum keberangkatan hingga tiba di tanah air. Apabila ditemukan kerusakan pada artefak akibat perjalanan, akan dilakukan treatment sesuai dengan tingkat kerusakan.
Setiba di MNI, proses pencatatan dimulai. Pencatatan ini dilakukan untuk memasukkan artefak dalam data registrasi koleksi MNI. Selanjutnya, seluruh koleksi akan disimpan dalam storage khusus. Tentu proses penyimpanan harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Menurut Mahendra, tantangan terberat dalam penyimpanan koleksi ini adalah penyiapan ruang karantina. Ini wajib sesuai standar keamanan. Bukan hanya itu, iklim lingkungan storage harus diperhatikan betul. ”Dan dua hal tersebut sangat bergantung pada jenis bahan dan kondisi koleksi,” jelasnya. Artinya, treatment untuk tiap-tiap koleksi bakal berbeda.
Lebih lanjut, Mahendra mengungkapkan, repatriasi benda bersejarah ini tak sekadar memindahkan barang dari Belanda ke Indonesia. Nantinya akan dilakukan kajian terhadap koleksi. Sehingga akan diungkap pengetahuan sejarah dan asal usul benda bersejarah tersebut.
Selain itu, kajian tersebut juga penting untuk kebutuhan penataan dalam pameran. Dengan begitu, bisa sesuai dengan alur cerita yang ada. ”Atau nanti dapat dilakukan pameran khusus terkait koleksi tersebut dan sejarah pengembaliannya. Ini sebagai bentuk publikasi kepada masyarakat,” tuturnya.
Soal proses pengiriman, Mahendra menerangkan, 472 artefak tersebut sangat mungkin dikirim secara bertahap dari Belanda. Belum ada tanggal pasti, tapi proses sedang berlangsung. ”Agustus dan September sudah sampai di Indonesia,” pungkasnya. (mia/dit/c18/c9/oni)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
