Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Juli 2023 | 20.42 WIB

Badan Geologi Rekomendasikan Bangun Rumah Tahan Gempa di DIJ Selatan dan Jateng

Ilustrasi: Gempa Bumi. (Dimas PradiptaJ/JawaPos.com). - Image

Ilustrasi: Gempa Bumi. (Dimas PradiptaJ/JawaPos.com).

JawaPos.com - Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sugeng Mujiyanto menyampaikan, lokasi terdekat dengan pusat gempa bumi adalah daerah selatan Provinsi DIJ dan Jawa Tengah. Berdasar posisi lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, gempa diperkirakan terjadi akibat aktivitas sesar aktif pada zona prismatik akresi di bagian atas megathrust.

Berdasar data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi sebagian besar terletak pada kawasan rawan bencana (KRB) gempa bumi menengah hingga tinggi. ”Gempa bumi ini tidak mengakibatkan tsunami meski pusat gempa bumi terletak di laut,” ujar Sugeng.

Badan Geologi merekomendasikan bangunan di daerah selatan Provinsi DIJ dan Jawa Tengah harus dibangun dengan konstruksi tahan gempa bumi. Sebab, wilayah-wilayah tersebut rawan mengalami gempa dan tsunami.

”Gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan bahaya ikutan (collateral hazard), yaitu retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah, dan likuefaksi,” jelas Sugeng.

Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meninjau lokasi terdampak gempa di Jogjakarta kemarin. Dia mengungkapkan, sejak gempa utama mengguncang, terjadi 47 kali gempa susulan. ”Dan mungkin masih tambah,” katanya.

Namun, seiring dengan itu, kondisi semakin stabil. Gempa susulan juga semakin melemah, bahkan tidak dirasakan masyarakat.

Terpisah, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, hingga kemarin pukul 08.10, tercatat jumlah korban terdampak mencapai 106 kepala keluarga (KK). Lalu, ada 5 KK yang mengungsi, 9 orang luka-luka, dan 1 orang meninggal.

Korban luka-luka yang teridentifikasi di Kabupaten Gunungkidul berjumlah dua orang, Bantul (1 orang), dan Sleman (1 orang). Lalu, ada satu korban meninggal di Kabupaten Bantul. ”Warga terdampak terbanyak berada di Kabupaten Gunungkidul dengan 58 KK, lalu di Bantul 31 KK, Kulon Progo 16 KK, dan Sleman 3 KK,” paparnya. Kemudian, 5 KK yang mengungsi berada di daerah Padukuhan Kuwon Kidul, Pacarejo, Semanu, dan Gunungkidul.

Para korban telah mendapat penanganan gawat darurat oleh BPBD dan pihak terkait. ”Petugas BPBD juga melakukan kaji cepat dan kaji kebutuhan pascagempa,” ungkapnya.

Untuk kerusakan bangunan, tercatat 102 unit rumah rusak ringan dan 4 unit rusak sedang. Kemudian, untuk fasilitas umum, dilaporkan 15 unit perkantoran, 5 tempat ibadah, 3 fasilitas usaha, 2 fasilitas pendidikan, dan 2 fasilitas kesehatan rusak.

”Dampak rumah rusak terbanyak berada di Kabupaten Gunungkidul sebanyak 58 unit, Bantul 31, Kulon Progo 16, dan Sleman 1,” paparnya.

Lebih lanjut, Aam menjelaskan, gempa yang berpusat 81 km selatan Kota Wates juga berdampak di wilayah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim). Hampir semua warga kabupaten di Jateng merasakan guncangan gempa. BNPB mencatat, ada 11 kabupaten yang warganya merasakan guncangan gempa. Yakni, Kabupaten Tegal, Kebumen, Purbalingga, Wonogiri, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Banyumas, Banjarnegara, Klaten, dan Brebes. (dee/wan/mia/inu/c14/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore