JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyerukan kepada masyarakat agar memiliki keluarga yang berkualitas. Sebab, keluarga adalah pondasi dalam mengatasi sebuah masalah.
Hal itu disampaikan Muhadjir saat menjadi pembicara kunci dalam acara talkshow bertema 'Siapkan Keluarga Berkualitas Menuju Generasi Emas' yang digelar oleh Kedeputian Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK.
Muhadjir meyakini bahwa jika lingkungan keluarga berjalan dengan baik, maka kondisi negara juga dipastikan akan baik. Sehingga permasalahan bangsa pun busa tertangani.
“Maka dari itu harus ada family value. Nilai-nilai yang harus ada dan diterapkan dalam setiap keluarga. Harapannya talkshow ini juga akan mempunyai output rumusan seperti apa nilai keluarga yang ideal untuk Indonesia,” ujar Muhadjir.
Selain itu, dia mengatakan bahwa setiap keluarga harus memberikan proteksi kepada anak-anak dalam penggunaan ponsel. Mengingat anak-anak telah terpapar berbagai macam informasi yang beredar di media sosial begitu bebas.
Kemudahan teknologi informatika telah mendegradasi fungsi otak, termasuk daya baca dan tulis serta memerosotkan tata nilai keluarga. Untuk itu diharapkan keluarga dapat menyaring berbagai informasi yang tidak baik bagi tumbuh-kembang anak.
“Kita harus betul-betul bisa membekali anak-anak agar mereka mampu menyaring informasi yang masuk dan penggunaan ponsel tidak mengganggu kondisi kesehatan, mental dan pertumbuhan anak,” imbuhnya.
Dalam memastikan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, pemerintah telah membangun sistem iBangga atau Indeks Pembangunan Keluarga yang digunakan untuk mengukur tiga dimensi dalam keluarga, yaitu dimensi kemandirian, dimensi ketenteraman, dan dimensi kebahagiaan.
Diketahui saat ini, capaian iBangga telah mengalami peningkatan, dari 54,01 pada tahun 2021 menjadi 56,07 pada tahun 2022. Dimana dimensi ketenteraman mencapai 58,23, dimensi kemandirian berada di angka 52,41, dan dimensi kebahagiaan sebanyak 57,56.
“Capaian ini tentunya harus kita tingkatkan agar keluarga Indonesia benar-benar memiliki ketahanan dan ketangguhan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks kedepannya,” ujar Muhadjir.
Untuk itu, Muhadjir ingin memastikan agar keluarga mampu melaksanakan delapan fungsi keluarga yang harus dipersiapkan sejak awal membangun insititusi keluarga. Memastikan kesejahteraan individu dalam keluarga agar terpenuhi hak-haknya dan terlindungi sesuai siklus kehidupan, pembagian peran yang setara, serta didukung lingkungan yang aman dan sehat.