
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Zaadit Taqwa
JawaPos.com - Aksi pemberian kartu kuning kepada Presiden Joko Widodo aias Jokowi oleh ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Zaadit Taqwa masih menyita perhatian masyarakat. Aksi Zaadit menimbulkan pro dan kontra. Termasuk di media sosial (medsos) yang ramai memperbincangkannya.
Pakar komunikasi UI, Effendi Gazali turut berkomentar atas kejadian fenomena tersebut. Menurutnya, aksi Zaadit merupakan hal wajar dan tidak perlu diperdebatkan. Oleh karena itu aksi netizen yang mengolok-olok mahasiswa jurusan fisika ini terbilang tidak sesuai. Pasalnya tindakan Zaadit hanya mendorong kinerja presiden agar semakin lebih baik.
"Itu adalah kesempatan yang ada untuk mendorong pembangunan di Papua, dan penyelesaian wabah," ungkap Gazali di Aula A.H. Nasution, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (14/2).
Gazali juga mengatakan bahwa pasca kejadian itu, Jokowi sendiri selaku pihak yang diserang oleh Zaadit menyatakan tidak keberatan atas aksi tersebut. Mantan Gubernur Jakarta itu dapat memahami upaya penyampaian aspirasi kaum pemuda kepada dirinya selaku pimpinan negara.
"Kata Pak Jokowi itu gak apa-apa, itu kan anak muda, kasih kesempatan (Gazali tirukan gaya bicara Jokowi). Dia (Jokowi) adil kasih kesempatan ke Zaadit," imbuh Gazali.
Pakar komunikasi ini pun menyindir keras barisan pendukung Jokowi. Pasalnya mereka bertindak berlebihan dan melontarkan kata-kata tak pantas kepada Zaadit di medsos. Hal itu dinilai melampaui tindakan Presiden sendiri yang menyatakan tidak keberatan atas aksi mahasiswa UI itu.
"Tapi di medsos, Presiden aja gak apa-apa, tapi pendukungnya itu marah betul sampai ada tulisan ini itu," pungkas Gazali.
Seperti diberitakan Sebelumnya, pada tanggal 2 Februari lalu, Zaadit melakukan aksi pemberian kartu kuning kepada Jokowi. Aksi ini dilakukan saat mantan Walikota Surakarta tengah memberi pidato di acara Dies Natalis UI ke-68.
Dalam Aksinya Zaadit manyatakan bahwa kinerja Jokowi sebagai presiden belum maksimal. Pemuda kelahiran 1996 ini meminta agar mantan Gubernur Jakarta, melakukan penyelsaian wabah penyakit yang melanda Asmat.
Zaadit juga menolak usulan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang akan menunjun dua Jenderal Polri sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara. Terkahir Zaadit menolak adanya Permendistek organisasi mahasiswa.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
