
Ananda Badudu melakukan konferensi pers terkait penangkapannya oleh Polda Metro Jaya pada Jumat (27/9) dini hari. Senin (1/10). (ridwan)
JawaPos.com - Ananda Badudu angkat suara terkait niatnya mengumpulkan dana untuk akomodasi massa aksi unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat terkait penolakan UU KPK, RUU KUHP, RUU Pemasyarakatan dan RUU kontroversial lainnya. Ananda menyebut, aksinya mengumpulkan dana di situs penggalangan dana Kitabisa.com, karena melihat negara sedang tidak baik-baik saja.
Mantan musisi Banda Neira ini menyebut, aspirasinya muncul dari eskalasi yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya. Hal ini yang membuat pria yang akrab disapa Nanda untuk bergerak.
"Motivasi pribadi saya sudah sejak dua bulan belakang ini, negara ini sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya sejak isu Papua, ada satu keadaan genting yang butuh (direspons). Ketidakadilan berlangsung di depan mata, tapi (kita) tidak berbuat apa-apa. Utamanya sejak peristiwa Papua di Surabaya," kata Nandi dalam jumpa pers di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Selasa (1/10) malam.
"Perasaan tidak berdaya itu semakin membuat saya pribadi down. Berbagai permasalahan yang ada tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Semakin resah kuadrat," sambungnya.
Melihat masifnya aspirasi publik menolak UU KPK, RUU KUHP serta RUU kontroversial lainnya membuat Nanda tak tinggal diam. Nanda mengaku tergugah hatinya untuk membantu mahasiswa dan masyarakat yang melakukan aksi unjuk rasa.
"Jadi, pada titik seminggu belakang ini klimaks, ya ini harus berbuat sesuatu, apapun bentuknya pokoknya harus berbuat sesuatu," ucap Nanda.
Tekadnya itu semakin kuat saat melihat demontrasi di salah satu tempat yang dilihatnya terakomodasi. Melihat hal itu, Nanda termotivasi untuk mengumpulkan dana secara transparan di salah satu situs penggalangan dana.
Menurut Nanda, apa yang ia lakukan ini wajar karena dananya dikumpulkan langsung dari publik dan tuntutan unjuk rasa itu pun jelas, membela kepentingan publik. "Penggunaannya pun transparan, alangkah indahnya seperti itu, dananya dari publik, aspirasinya jelas," ujar Nanda.
Oleh karenanya, Nanda langsung membuat akun pengumpulan dana di Kitabisa.com. Menurutnya, langkahnya itu seharusnya menjadi pembelajaran.
"Kitabisa.com memberikan kanal untuk dukungan mereka apa, semuanya transparan ada di internet bisa diakses oleh siapapun. Bukan cuma aksi hari ini saja, misalnya bisa buat pembelajaran partai politik," tegas Nanda.
Sebelumnya, Ananda Badudu sempat ditangkap secara tiba-tiba oleh Polda Metro Jaya pada Jumat (27/9) dini hari. Polisi beralasan, cucu pakar bahasa JS Badudu ini telah menyumbangkan dana sebesar Rp 10 juta kepada peserta unjuk rasa.
Namun tidak lama setelah itu Nanda dibebaskan, saat itu dia mengaku beruntung karena dibebaskan tak lama setelah penangkapan. Menurutnya, masih banyak mahasiswa yang diproses tanpa pendampingan di Polda Metro Jaya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
