Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 April 2022 | 06.24 WIB

PBNU Hormati Muhammadiyah yang Jalani Ibadah Puasa Lebih Awal

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kiri) bersama Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa - Image

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kiri) bersama Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa

JawaPos.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menghormati sikap Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang menetapkan awal Ramadan pada Sabtu, 2 April 2022. Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf tak ingin perbedaan awal Ramadan ini disikapi berlebihan.

Sebab, PBNU dan Pemerintah menetapkan awal Ramadan jatuh pada 3 April 2022. Hal ini karena tidak terlihatnya hilal di sejumlah titik pemantauan. "Sudah biasa, bukan kali ini saja berbeda. Nggak perlu disikapi berlebih," kata pria yang karib disapa Gus Ipul itu kepada JawaPos.com, Jumat (1/4).

Wali Kota Pasuruan tersebut menyatakan, pihaknya sangat menghormati keputusan Muhammadiyah yang telah menetapkan awal Ramadan pada 2 April 2022. Dalam menentukan awal Ramadan, Muhammadiyah menggunakan metode hisab. Sedangkan PBNU dan Pemerintah dengan metode rukyatul hilal. "Kita hormati Muhammadiyah bagi masyarakat yang mau puasa lebih awal silakan. Semoga bisa disikapi lebih dewasa," ucap Gus Ipul.

Mantan Wagub Jawa Timur itu menambahkan, pihaknya tetap mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan ibadah Ramadan. "Kita ajak masyarakat untuk tetap mentaati protokol kesehatan dalam beribadah," ujar Gus Ipul.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan pihaknya melakukan pemantauan hilal pada 53 titik hari ini. Namun, tidak terlihat dari semua titik. "Atas dasar istiqmal tersebut dan sesuai pendapat empat mazhab, dengan ini PBNU mengikhbarkan atau memberitahukan bahwa awal bulan Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada hari Ahad Wage tanggal 3 April 2022 Masehi," ucap Gus Yahya dalam Rukyatul Hilal dan Ikhbar Penentuan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah. "Dengan demikian umur bulan Syaban 1443 Hijriah adalah 30 hari," sambungnya.

Hal serupa juga diutarakan Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) dalam putusan isbat menyatakan 1 Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada 3 April 2022. Keputusan itu diambil seusai menggelar Sidang Isbat bersama pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan perwakilan Ormas Islam, Ahli Falakiyah, BMKG, BIG, LAPAN yang digelar secara hybrid di Gedung Kemenag RI, Jakarta. "Secara mufakat bahwa 1 Ramadhan 1443 Hijriyah jatuh pada hari Ahad 3 April 2022," ucap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Gus Yaqut menjelaskan, berdasarkan laporan pemantauan hilal di 101 titik di seluruh Indonesia, tidak satu pun melaporkan melihat hilal.  Selain itu, posisi hilal secara umum di Indonesia masih berada pada ketinggian 2 derajat alias belum memenuhi kriteria MABIMS yang ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag) yakni 3 derajat.

"Dari 101 titik ini semuanya melaporkan tidak melihat hilal. Dengan berdasarkan hisab perhitungan posisi hilal seluruh Indonesia sudah di atas ufuk akan tetapi belum memenuhi kriteria MABIMS baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat," demikian Gus Yaqut menandaskan. (*)

 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore