
Konser Konye West di SUGBK Senayan, Jakarta. (ANTARA)
JawaPos.com - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut penyelenggaraan konser rapper Amerika Serikat Kanye West bertajuk Ye Live in Jakarta pada Sabtu (24/10) lalu telah memutar perekonomian hingga Rp 600 miliar, dikutip dari ANTARA.
“Inilah kekuatan sesungguhnya dari pariwisata berbasis event. Satu konser internasional dapat menghidupkan banyak sektor ekonomi sekaligus, dari hotel, restoran, transportasi, UMKM, hingga membuka kesempatan kerja bagi ribuan orang. Kami ingin manfaat seperti ini terus tumbuh dan semakin luas dirasakan masyarakat Indonesia," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Mengutip data dari Raw Vision Collective selaku promotor konser dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, penyelenggaraan konser tersebut diperkirakan menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp600 miliar, yang mencakup aktivitas penjualan tiket, kuliner, pembelian merchandise, hingga transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Tingkat okupansi hotel di sekitar kawasan penyelenggaraan konser dilaporkan melonjak hingga mendekati 100 persen karena tingginya kebutuhan layanan penginapan seiring kedatangan wisatawan.
Selain itu, konser berskala internasional ini melibatkan sekitar 5 ribu pekerja, yang mencakup tenaga produksi, operasional belakang panggung, serta tenaga kerja pendukung penyelenggaraan acara.
Menurutnya, pihak promotor turut mencatat bahwa dari 70 ribu penonton yang hadir, sebanyak 25 ribu di antaranya berasal dari berbagai negara. Penonton internasional datang dari 80 negara, dengan tujuh negara penyumbang penonton terbanyak yakni Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Tiongkok.
Baca Juga:Kanye West Akan Live di Jakarta 2026, Globe Stage Jadi Daya Tarik Konser Perdana di Indonesia
Adapun peran Kementerian Pariwisata dalam pertunjukan musik ini yakni memberikan dukungan terhadap persiapan penyelenggaraan konser, antara lain melalui penerbitan surat rekomendasi penyelenggaraan kegiatan untuk pengajuan perizinan konser, rekomendasi terkait visa dan kemudahan keimigrasian ke Indonesia, serta rekomendasi terkait kepabeanan untuk kebutuhan peralatan konser.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fasilitasi penyelenggaraan event internasional melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor sesuai dengan kewenangan masing-masing instansi.
Selanjutnya pada 15 September 2026, Kementerian Pariwisata bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pihak penyelenggara menggelar konferensi pers bersama untuk memperkenalkan kontribusi konser Ye terhadap pariwisata dan perekonomian Indonesia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022