bts (x @bts_bighit)
JawaPos.com – Kontroversi mengenai kategori baru Best Asian Pop Music Performance di Grammy Awards memasuki babak baru.
CEO Recording Academy Harvey Mason Jr. menyatakan pada 14 Agustus waktu setempat bahwa pihaknya akan mengevaluasi kembali kategori tersebut setelah muncul kekhawatiran dari sejumlah musisi mengenai representasi musik Asia di ajang penghargaan bergengsi tersebut.
Dikutip dari dispatch, Harvey Mason Jr. menegaskan bahwa Grammy dibuat untuk seluruh musisi dan Recording Academy memiliki tanggung jawab memastikan tidak ada suara maupun komunitas yang terabaikan.
Ia mengakui bahwa dalam dua pekan terakhir, pihaknya menyadari adanya musisi yang merasa kategori tersebut belum mampu merepresentasikan musik yang mereka ciptakan secara tepat.
Sebagai tindak lanjut, Recording Academy mengumpulkan jajaran Board of Directors dan Nominations Committee untuk meninjau kategori tersebut.
Evaluasi juga akan melibatkan perwakilan dari komunitas terkait. Langkah ini dilakukan setelah kategori Best Asian Pop Music Performance diumumkan pada Juni lalu dengan tujuan merayakan keberagaman serta pertumbuhan musik pop Asia.
Namun, kehadiran kategori baru itu justru memunculkan kritik. Sejumlah pihak menilai kategori khusus tersebut berpotensi membuat musisi Asia semakin terpisah dari persaingan di kategori utama seperti Record of the Year, Album of the Year, dan Song of the Year.
Kekhawatiran tersebut semakin besar setelah BTS mengumumkan pada 29 Juli bahwa mereka memilih tidak mengirimkan karya untuk Grammy tahun ini. Dalam pernyataan mereka, BTS berharap musik dapat dicintai karena musik itu sendiri, bukan dibedakan berdasarkan wilayah atau bahasa.
Sikap BTS kemudian mendapat perhatian luas dan dukungan dari sejumlah pihak. Harvey Mason Jr. sebelumnya menyatakan memahami serta menghormati keputusan BTS, sekaligus menegaskan bahwa kategori baru tersebut dimaksudkan untuk merayakan keragaman dan perkembangan pesat musik pop dari Asia.
Namun, kritik terus bergulir, termasuk dari sejumlah media internasional dan tokoh musik yang menilai kebijakan tersebut justru berpotensi menciptakan “isolation rather than inclusion.”
Kini, Recording Academy berusaha meredakan polemik dengan membuka ruang konsultasi bersama pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan kategori tersebut.
Mereka juga mempertimbangkan proses yang lebih transparan agar persoalan serupa dapat diantisipasi sejak awal.
Batas akhir pengiriman karya secara daring untuk Grammy Awards ke-69 dijadwalkan pada 21 Agustus 2026, sementara perdebatan mengenai posisi musik Asia di panggung Grammy masih terus bergulir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
