
Peserta berusaha memanjat batang pinang saat mengikuti lomba memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia di Beach Pool, Ancol, Jakarta, Senin (17/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kemerdekaan berkarya di era digital memang semakin terbuka. Siapa pun kini dapat menciptakan lagu, menulis, membuat film, menghasilkan foto hingga memproduksi konten dan menyebarkannya melalui berbagai platform.
Namun, kemudahan tersebut belum otomatis membuat kreator benar-benar merdeka atas karya yang mereka hasilkan. Persoalan hak cipta masih menjadi tantangan yang seharusnya perlu mendapat perhatian bersama.
Musisi, penulis, sekaligus konten kreator Arda Hatna menilai perkembangan teknologi dan media sosial saat telah memberikan ruang yang jauh lebih luas bagi masyarakat untuk berkarya. Menurutnya, akses terhadap teknologi membuat proses menciptakan sekaligus mendistribusikan karya menjadi semakin mudah.
"Menurut saya, kreator Indonesia hari ini sudah jauh lebih merdeka untuk berkarya. Teknologi dan media sosial membuat siapa pun bisa menciptakan sesuatu dan menyebarkannya kepada banyak orang," ujar Arda kepada JawaPos.com.
Meski demikian, Arda melihat masih ada jarak antara kebebasan untuk membuat dan menyebarkan karya dengan kemerdekaan untuk mendapatkan perlindungan atas karyanya tersebut.
Menurut dia, kemudahan masyarakat menemukan sebuah karya di internet atau media sosial tidak boleh dimaknai sebagai izin untuk menggunakan, mengubah, menyimpan, atau menyebarkannya sesuka hati.
"Di balik sebuah lagu, tulisan, foto, video maupun karya visual, terdapat proses panjang yang tidak selalu terlihat oleh publik. Ada waktu, tenaga, pengalaman, gagasan, kreativitas, bahkan keterlibatan banyak orang yang ikut membentuk sebuah karya. Karena itu, menghargai hak cipta pada dasarnya bukan sekadar persoalan hukum, melainkan juga bentuk penghargaan terhadap manusia dan proses kreatif di balik sebuah karya," katanya.
Arda melihat kondisi industri kreatif Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang positif. Kesadaran masyarakat terhadap karya dan profesi kreator secara perlahan bergerak ke arah yang lebih baik dibanding tahun-tahun silam.
Pertumbuhan tersebut terlihat dari semakin beragamnya musisi yang tampil di berbagai panggung, filmmaker yang menghasilkan karya kompetitif, fotografer dan penulis yang terus produktif, hingga konten kreator yang memanfaatkan platform digital untuk menjangkau audiens.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022