Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Agustus 2026 | 03.46 WIB

Sinopsis Film Imperium (2016): Menjatuhkan Musuh dari Dalam dengan Memposisikan Diri Sebagai Korban

Poster film Imperium (2016) / IMDB - Image

Poster film Imperium (2016) / IMDB

JawaPos.com - Program atau proyek infiltrasi terhadap kelompok, komunitas hingga organisasi tertentu sering dilakukan oleh berbagai institusi keamanan tingkat tinggi. Proses ini membutuhkan subjek-subjek khusus yang telah dipilih dan dilatih untuk melaksanakan tugas mereka dengan baik serta aman. 

Institusi keamanan ini bisa merupakan kepolisian, tentara, dan agen-agen spesial yang telah dipilih untuk menyamar. Mereka yang melakukan tugas ini memerlukan banyak keahlian khusus yang sebenarnya sederhana, yaitu kemampuan bersosialisasi. 

Dengan kemampuan bersosialisasi yang baik, seorang agen dapat berbaur dan menyusup masuk lebih mudah tanpa terlalu dicurigai. Hal tersebut mempermudah proses intelijen dan spionase mereka. 

Nate Foster (Daniel Radcliffe) bukanlah agen FBI terbaik, ia hampir gagal dalam tes fisik. Namun ia memiliki kemampuan berbahasa asing, empati dan sosial yang sangat baik. Karena itu ia lebih sering bekerja di balik layar, ketika mewawancarai subjek atau target. 

Setelah melihat proses wawancara Nate, Agen Angela Zamparo (Toni Collette), yang mencurigai adanya keterlibatan kelompok-kelompok supremasi kulit putih setelah ditemukannya pencurian cesium-137. 

Cesium-137 adalah sebuah zat-zat radioaktif tinggi yang biasanya digunakan sebagai salah satu bahan kimia dalam pengobatan radiasi. Zat-zat ini memasuki Amerika Serikat secara ilegal, dan enam dari delapan tabungnya telah dicuri. 

Ketika banyak kepala tim agen mencurigai kelompok teroris Muslim, Angela beropini bahwa pelakunya adalah teroris domestik. Angela juga mengangkat isu penyerangan kimia oleh James Cummings, seorang anggota supremasi kulit putih, yang hendak meledakkan pelantikan Presiden Obama pada tahun 2009. 

Tidak lama kemudian Angela merekrut Nate untuk menyusup masuk ke dalam kelompok supremasi kulit putih. 

Nate awalnya menolak karena merasa bahwa ia tidak bisa secara fisik dan mental. Ia memberi tahu Angela bahwa ia mendapatkan skor rendah dalam tes fisik. Namun Angela tidak memerlukan kekuatan fisik, ia membutuhkan kemampuan bersosialisasi terbaik dalam FBI. 

Setelah memikirkannya selama beberapa waktu, Nate akhirnya setuju untuk bergabung. Namun, misi mereka ini hanya beranggotakan mereka berdua saja, karena mereka belum mendapatkan bukti pendukung. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore