
Poster horizontal seri drama Law & Order: Special Victims Unit (Dok. Primevideo)
JawaPos.com - Dalam sistem keadilan, kejahatan seksual dianggap sebagai kejahatan yang sangat serius. Di berbagai cabang atau kantor polisi, ada divisi khusus untuk menginvestigasi kasus-kasus tersebut.
Sebagai contohnya, di Kota New York dan kota-kota lain di Amerika Serikat memiliki Special Victims Unit (Unit Korban Khusus). Dalam seri drama televisi Law & Order: Special Victims Unit (SVU), kita dapat bertemu dengan berbagai kasus yang mereka kerjakan, seperti pemerkosaan, pedofilia, kekerasan terhadap anak-anak, perdagangan manusia, dan kekerasan rumah tangga.
Seri ini adalah salah satu dan spin off pertama dari seri drama Law & Order yang diciptakan oleh produser Dick Wolf untuk NBC.
Unit ini berisikan detektif-detektif khusus, seperti Detektif Elliot Stabler (Christopher Meloni) dan Detektif Olivia Benson (Mariska Hargitay), serta Detektif John Much (Richard Belzer).
Detektif Elliot dan Olivia adalah rekan kerja, sedangkan Detektif John sempat berganti rekan beberapa kali. Namun rekan kerjanya yang bertahan paling lama adalah Detektif Odafin "Fin" Tutuola (Ice-T). Selain mereka berempat ada beberapa petugas lainnya.
Bersama Kapten Unit Donald Cragen (Dann Florek) dan konselor hukum serta pengacara Alexandra Cabot (Stephanie March), mereka berempat bekerja untuk menangkap para pelaku kriminal demi keadilan para korbannya.
Detektif Elliot Stabler adalah salah satu detektif senior dan bekerja paling lama di unit. Selama ia bertugas, ia telah bertemu dengan banyak sekali kasus. Ia juga menjadi pengunjung tetap psikolog polisi.
Detektif Olivia sendiri adalah korban dari kejahatan seksual, dimana ia adalah anak dari hasil pemerkosaan. Akibatnya ia merasakan keterdekatan dengan para korban kejahatan seksual terutama anak-anak.
Detektif Munch sering membantu di divisi atau unit lain. Namun ia juga korban kekerasan rumah tangga oleh ayahnya, karenanya ia dapat merasa lebih dekat dengan para korban pula.
Detektif Fin adalah salah satu anggota berkulit hitam di unit ini. Ia juga besar di lingkungan yang tidak aman, dimana ia menyaksikan pembunuhan saat kecil.
Kasus-kasus kejahatan seksual yang mereka tangani tidak hanya bersangkutan dengan korban perempuan. Seperti pada episode pertama, mereka menangani kasus pembunuhan seorang sopir taksi laki-laki yang alat kelaminnya dihilangkan.
Ternyata sopir taksi juga bekerja sebagai pekerja seks komersial sebagai sampingan. Dan rupanya kartu pengenal sebagai pekerja seks juga bukanlah miliknya, ia membelinya dari orang lain.
Karena itu, para detektif kita berasumsi pembunuh tersebut salah target. Serta mereka harus menemukan pemilik asli dari kartu pengenal tersebut.
Seri drama ini sudah ada sejak tahun 1999 dan masih berlangsung hingga saat ini. Dimana season terbarunya pada tahun ini masih berjalan. Seri ini mendapatkan skor 8.1/10 di IMDb dan 84% Popcornmeter di Rotten Tomatoes.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
