Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Desember 2025 | 22.51 WIB

Sinopsis Film Flightplan (2005), Misteri Hilangnya Anak di Pesawat yang Menguji Insting Seorang Ibu Tangguh​ ​

Film Flightplan (Dok. IMDb) - Image

Film Flightplan (Dok. IMDb)

JawaPos.com - Flightplan (2005) adalah thriller psikologis yang disutradarai oleh Robert Schwentke. Dibintangi oleh Jodie Foster, film ini menghadirkan ketegangan intens di dalam pesawat terbang, dengan premis sederhana namun penuh misteri: seorang ibu kehilangan anaknya di tengah penerbangan trans-Atlantik.

Cerita berpusat pada Kyle Pratt, seorang insinyur pesawat yang baru saja kehilangan suaminya. Kyle harus melakukan perjalanan dari Berlin ke New York bersama putrinya, Julia, untuk membawa pulang jenazah sang suami.

Sejak awal, film menekankan kondisi emosional Kyle yang rapuh. Kehilangan suami membuatnya penuh duka, namun Kyle tetap berusaha tegar demi anaknya. Perjalanan di pesawat menjadi titik awal dari misteri yang menegangkan.

Di tengah penerbangan, Kyle terbangun dan mendapati Julia menghilang. Panik, ia segera mencari ke seluruh kabin pesawat, namun tidak ada satu pun penumpang atau kru yang melihat keberadaan anaknya.

Ketegangan meningkat ketika awak pesawat mulai meragukan Kyle. Mereka mempertanyakan apakah Julia benar-benar ada di pesawat, atau hanya imajinasi Kyle yang sedang berduka.

Kyle bersikeras bahwa Julia memang ikut naik pesawat. Ia bahkan menunjukkan boarding pass dan bukti lain. Namun, catatan manifest penumpang tidak mencantumkan nama Julia, membuat situasi semakin rumit.

Film ini kemudian berubah menjadi permainan psikologis. Penonton diajak bertanya-tanya: apakah Kyle benar-benar kehilangan anaknya, atau ia mengalami halusinasi akibat trauma?

Kyle mulai menyelidiki sendiri, memanfaatkan pengetahuannya sebagai insinyur pesawat. Ia menelusuri bagian-bagian tersembunyi dari pesawat, termasuk ruang mesin dan area kargo, untuk mencari jejak Julia.

Dalam pencariannya, Kyle menghadapi perlawanan dari kapten pesawat dan kru keamanan. Mereka menganggap tindakannya berbahaya dan mengganggu keselamatan penerbangan.

Namun, Kyle menemukan petunjuk yang mengarah pada konspirasi. Ternyata ada rencana jahat yang melibatkan awak pesawat, termasuk seorang marshal udara, yang berusaha memanfaatkan situasi untuk tujuan kriminal.

Konspirasi tersebut berkaitan dengan upaya sabotase pesawat. Julia diculik dan disembunyikan sebagai bagian dari rencana untuk menjebak Kyle, sehingga ia terlihat tidak stabil dan mudah disalahkan.

Ketegangan mencapai puncak ketika Kyle berhasil menemukan Julia di ruang tersembunyi pesawat. Dengan keberanian luar biasa, ia menggagalkan rencana sabotase dan menyelamatkan putrinya.

Adegan klimaks memperlihatkan Kyle menghadapi para pelaku dengan kecerdikan. Ia menggunakan pengetahuan teknisnya untuk mengendalikan situasi, membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar ibu yang panik, melainkan sosok tangguh.

Film ini berakhir dengan Kyle dan Julia turun dari pesawat dengan selamat. Meski penuh luka emosional, Kyle membuktikan bahwa insting seorang ibu tidak bisa diremehkan.

Sebagai sebuah thriller, Flightplan berhasil memadukan drama emosional dengan misteri psikologis. Jodie Foster tampil memukau, membawa penonton merasakan kepanikan, keteguhan, dan perjuangan seorang ibu di tengah situasi ekstrem.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore