Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Desember 2025 | 19.05 WIB

Sinopsis Film Asteroid City (2023): Kisah Tentang Kehilangan, Cinta, Alien, dan Pencarian Makna Hidup

Film Asteroid City (2023) merupakan karya dari sutradara Wes Anderson. (Dok. IMDb) - Image

Film Asteroid City (2023) merupakan karya dari sutradara Wes Anderson. (Dok. IMDb)

JawaPos.com - Asteroid City (2023) merupakan karya dari sutradara Wes Anderson, yang dikenal dengan gaya visual unik, simetri khas, serta narasi penuh karakter eksentrik.

Film ini menghadirkan perpaduan antara drama, komedi, dan refleksi filosofis yang membungkus kisah sederhana dengan lapisan makna mendalam.

Dilansir dari Roger Ebert dan What's After the Movie 2025, cerita berlatar pada tahun 1955 di sebuah kota kecil fiksi bernama Asteroid City, yang terletak di gurun Amerika Serikat. Kota ini menjadi pusat perhatian karena adanya acara konvensi sains junior yang dihadiri oleh para remaja berbakat bersama keluarga mereka.

Tokoh utama dalam film ini adalah Augie Steenbeck, seorang fotografer perang yang baru saja kehilangan istrinya. Augie datang ke Asteroid City bersama keempat anaknya, termasuk Woodrow, putra sulungnya yang jenius dalam bidang sains.

Konvensi sains junior yang diselenggarakan di Asteroid City mempertemukan para remaja dengan penemuan-penemuan mereka yang luar biasa. Woodrow sendiri membawa sebuah proyek ilmiah yang membuatnya menjadi salah satu peserta paling menonjol.

Selain keluarga Augie Steenbeck, hadir pula karakter-karakter lain seperti Midge Campbell, seorang aktris terkenal yang datang bersama putrinya. Pertemuan antara Augie dan Midge menjadi salah satu dinamika menarik dalam cerita.

Acara konvensi berubah drastis ketika sebuah kejadian tak terduga terjad, yakni  kedatangan makhluk luar angkasa. Alien tersebut muncul di tengah acara, menciptakan kehebohan sekaligus rasa kagum di antara para peserta.

Kejadian tersebut membuat pemerintah segera menetapkan karantina di Asteroid City. Semua orang yang hadir, termasuk keluarga Steenbeck dan Campbell, harus tetap berada di kota kecil itu hingga situasi dianggap aman.

Dalam masa karantina, interaksi antar karakter semakin intens. Augie berusaha menghadapi kesedihannya, sementara Woodrow mulai menemukan jati dirinya sebagai seorang ilmuwan muda yang penuh rasa ingin tahu.

Midge, di sisi lain, memperlihatkan sisi rapuh dibalik citra glamornya. Hubungan antara Midge dan Augie berkembang menjadi refleksi tentang kehilangan, cinta, dan pencarian makna hidup.

Film ini juga menampilkan lapisan meta-naratif. Kisah Asteroid City sebenarnya adalah bagian dari sebuah pementasan teater yang sedang diproduksi. Dengan demikian, penonton diajak menyadari bahwa cerita ini adalah “cerita dalam cerita”.

Lapisan meta ini menambah kompleksitas film, karena para aktor yang memerankan karakter di Asteroid City juga ditampilkan sebagai aktor dalam pementasan. Wes Anderson menggunakan teknik ini untuk menyoroti batas antara realitas dan fiksi.

Visual film menonjol dengan palet warna pastel, tata letak simetris, dan detail artistik yang menjadi ciri khas Anderson. Set kota gurun yang sederhana berubah menjadi panggung penuh estetika yang memikat mata.

Selain itu, Asteroid City dipenuhi dengan humor khas Wes Anderson, humor yang kering, absurd, namun tetap menyentuh. Dialog-dialog singkat namun tajam membuat film ini terasa segar sekaligus reflektif.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore