
Film Dukun Magang benturkan akal sehat dan cara berpikir tradisi. (istimewa)
JawaPos.com - Film Dukun Magang mengeksplor sisi seram dari horor dan mengawinkannya dengan nuansa komedi. Film arahan sutradara Chiska Doppert ini berusaha membenturkan akal sehat yang biasanya dipegang oleh anak-anak muda dengan ilmu warisan tradisi yang terkadang di luar nalar.
Film Dukun Magang diproduseri oleh Denny Januar sebagai dan ide ceritanya berasal dari Ki Semar. Benturan pendekatan berpikir diracik dengan seru dan jitu untuk menghadirkan tontonan yang menghibur bagi para penonton.
"Ide Dukun Magang berangkat dari kegelisahan saya melihat banyak anak muda memutus hubungan dengan tradisi hanya karena merasa sudah modern. Lewat benturan Raka dan Mbah Djambrong, saya ingin menunjukkan bahwa akal sehat dan ilmu warisan sebenarnya bisa saling berdialog, bukan saling meniadakan,” kata Ki Semar dalam keterangannya.
Chiska Doppert selaku sutradara mengatakan, film yang lahir dari pendekatan pertentangan logika modern dan kepercayaan tradisi diyakininya bakal menjadi kekuatan tersendiri dari film Dukun Magang.
"Tokoh Raka mewakili generasi muda yang rasional dan skeptis, sedangkan Mbah Djambrong melambangkan ilmu warisan yang sarat nilai dan misteri," ungkapnya.
Pertentangan pendekatan cada berpikir diperlihatkan melalui nuansa visual dalam film Dukun Magang. Modernitas dan cara pandang modern memperlihatkan lewat dunia kampus dengan suasana terang, bersih, dan modern. Adapun cara berpikir tradisi diperlihatkan lewat Desa Kalimati yang remang, berasap dupa, dan berpalet tanah.
“Komposisi gambar sengaja dibuat bertabrakan simetris di kampus, tapi berantakan dan organik di dunia dukun untuk menunjukkan benturan dua cara berpikir itu,” paparnya.
Dia menambahkan, nuansa horor yang seram dibangun dengan cukup serius dalam film Dukun Magang. Namun untuk komedinya, muncul secara natural lewat reaksi manusiawi sebagai respons atas situasi dan kondisi yang ada dalam adegan film.
“Kuncinya adalah niat dramatiknya tetap serius, tapi karakternya yang gagal bersikap serius. Horornya harus tetap mencekam, sementara komedinya muncul dari reaksi manusiawi para tokoh. Bukan dari lelucon verbal semata,” ungkapnya.
Menurut dia, film Dukun Magang menggunakan ritme editing dan blocking aktor sebagai bagian alat komedi. Salah satu contohnya, ada adegan ayam jago berkokok setiap kali Mbah Djambrong ingin bicara hal penting.
"Atau timing takutnya Boiman yang selalu salah momen. Ketegangan dibangun dulu, lalu dilepas lewat humor. Setelah mereka tertawa, ancaman horor berikutnya terasa lebih kuat," bebernya.
Film Dukun Magang menceritakan tentang Raka (Jefan Nathanio), mahasiswa skeptis dengan target hidup sederhana yang penting lulus skripsi. Dia terpaksa pulang ke desa Kalimati bersama Sekar (Hana Saraswati), mahasiswi cerdas pewaris tradisi keluarganya.
Tanpa diduga, ada satu kesalahan yang dilakukan hingga membuka pintu petaka karena membuat terlepasnya kuntilanak hitam yang dikurung selama 12 tahun.
Untuk menebus kesalahannya, Raka memutuskan magang pada dukun legendaris Mbah Djambrong (Adi Sudirja) dan harus belajar kilat dari topo patigeni, meracik kurungan ayam belang telon, hingga berburu tali pocong perawan dalam sebuah perjalanan yang kocak, mencekam, sekaligus menguji nyali.
Dalam film ini, benturan logika modern dan warisan ilmu tidak sekadar menjadi bumbu, tapi menjadi nyawa dari cerita film.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
