Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 20.46 WIB

Sinopsis Film Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children, Fantasi Gotik tentang Keberanian dan Identitas

Cuplikan dari Film Miss Peregrine - Image

Cuplikan dari Film Miss Peregrine

JawaPos.com - Miss Peregrine's Home for Peculiar Children membuka dunia fantasi yang kelam dan hangat, sekaligus mengikuti perjalanan Jake Portman yang menemukan warisan misterius dari kakeknya dan terseret ke dalam lingkaran waktu yang menyimpan anak-anak berkekuatan aneh.

Dilansir dari IMDB, film ini disutradarai oleh Tim Burton dan dikembangkan dari naskah Jane Goldman, menampilkan pemeran utama seperti Asa Butterfield, Eva Green, Ella Purnell, Allison Janney, Judi Dench, dan Samuel L. Jackson yang membawa nuansa teatrikal khas Burton ke layar lebar.

Kisah bermula saat Jake masih kecil mendengarkan cerita-cerita aneh kakeknya, Abe, tentang sekolah di pulau Cairnholm tempat anak-anak "peculiar" diasuh oleh Miss Peregrine.

Ketika Abe tewas secara tragis, Jake tumbuh dengan rasa penasaran dan rasa bersalah yang menghantuinya hingga dewasa, lalu memutuskan mencari jejak kakeknya di lokasi yang disebutkan dalam cerita.

Di reruntuhan rumah Miss Peregrine, Jake tanpa sengaja melewati celah waktu yang membawanya ke tahun 1943, ke sebuah dunia yang seolah beku dalam hari yang sama.

Di sana, ia bertemu Miss Peregrine, pengasuh yang dapat membentuk waktu dan berubah wujud menjadi burung, sosok pelindung yang karismatik dan penuh rahasia.

Miss Peregrine memperkenalkan Jake kepada para anak penghuni rumah; Emma yang bisa mengendalikan udara dan terbang, Enoch yang mampu menghidupkan boneka, Olive yang memiliki kekuatan fisik luar biasa, dan lainnya.

Mereka hidup dalam lingkaran perlindungan waktu, aman dari ancaman dunia luar, namun terikat aturan ketat demi keselamatan bersama.

Seiring Jake berbaur, ia menyadari bahwa keunikan kakeknya bukan sekadar cerita.

Jake sendiri memiliki kemampuan istimewa; ia mampu melihat makhluk gelap bernama Hollowgasts, monster yang memangsa para peculiar untuk mengambil mata mereka dan menikmati kekuatan yang tersisa.

Ancaman nyata muncul dalam bentuk Barron, pemburu yang bersekutu dengan Hollowgasts dan berambisi mendapatkan anak-anak peculiar demi kekuasaan.

Konflik antara pelindung yang ingin mempertahankan misteri dan Barron yang haus kekuatan memaksa Jake dan teman-temannya menghadapi pilihan berbahaya untuk bertahan hidup.

Visual film menonjolkan estetika gotik dan surealis ala Tim Burton, dengan sinematografi Bruno Delbonnel yang menghadirkan palet warna puitis saat adegan-adegan waktu beku dan gerak lambat, serta desain makhluk yang menekankan campuran mengerikan dan memikat.

Dinamika karakter jadi pusat emosi film; Jake sebagai protagonis pencarian jati diri, Miss Peregrine sebagai figur ibu pelindung, dan Emma sebagai minat asmara serta rekan perjuangan yang melambangkan keindahan sekaligus kerentanan para peculiar.

Adaptasi dari novel Ransom Riggs ini mengubah beberapa elemen cerita untuk format sinema, tetapi tetap mempertahankan sentralisasi foto-foto antik yang memberi film nuansa arsip misterius dan menguatkan atmosfer dongeng gelap dari sumbernya.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore