
Konferensi pers konser tunggal .Feast bertajuk "Pertunjukkan Membangun & Menghancurkan" di Grand City Surabaya, Sabtu (13/9). (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Setelah sukses menggelar konser tunggal bertajuk "Pertunjukkan Membangun & Menghancurkan" di Jakarta, grup musik .Feast siap mempersembahkan pertunjukkan serupa di Kota Surabaya, Sabtu (13/9).
Digelar di Convention Hall Level 3, Grand City Convex Surabaya, Daniel Baskara Putra (vokal), Adnan Satyanugraha Putra (gitar), Dicky Renanda Putra (gitar) dan Fadli Fikriawan Wibowo alias Awan (bassist) akan membawakan sekitar 28 lagu.
"Kita akan membawakan 28 lagu, durasinya sekitar 2 jam, ya. Kami ingin membawakan pertunjukan yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan," ujar Awan, bassist .Feast dalam konferensi pers menjelang konser, Sabtu (13/9).
Bagi Awan, 'Pertunjukan Membangun & Menghancurkan' lebih dari sekedar konser musik, melainkan pengalaman multisensori yang mereka tuangkan ke dalam karya musik, visual, desain panggung, dengan alur naratif yang utuh.
“Konser ini adalah refleksi jujur dari apa yang kami alami, baik sebagai band maupun individu. Melalui album "Membangun & Menghancurkan", kami menyoroti pergulatan batin, kegagalan, harapan, dan kecemasan personal," imbuhnya.
Dipilihnya Surabaya sebagai kota kedua setelah Jakarta pun bukan tanpa alasan. Vokalis .Feast, Baskara mengatakan bahwa ia dan rekan-rekan di .Feast memiliki kedekatan emosional tersendiri dengan Kota Pahlawan.
"Kami merasa pertama kali diterima secara nasional dan naik level itu mulai dari main di acara komunitas, bisa diundang keliling Indonesia karena sesuatu yang kami tulis tentang Surabaya, yaitu (lagu) Peradaban," tutur Baskara.
Sebagai informasi, pada 2018, grup musik .Feast meluncurkan mini album Sun Eater, dengan single utama berjudul "Peradaban" ciptaan Baskara Putra. Baskara menyebut lagu ini terinspirasi dari tragedi bom Surabaya.
"Sampai hari ini, kalau bawa (lagu) Peradaban itu ingatnya itu gitu. Ingatnya, sakit hatinya, baca beritanya, kepikirannya teman-teman orang sini, segala macam. Jadi kami punya sentimental value itu buat Surabaya," tukas Baskara.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
